LANGIT7.ID, Jakarta -
KemenkopUKM serta Dekranas memfasilitasi berbagai pelatihan untuk meningkatkan potensi para pelaku usaha masyarakat Labuan Bajo. Ragam pelatihan tersebut meliputi pelatihan usaha mikro, pelatihan literasi keuangan serta pembiayaan, sosialisasi pembentukan koperasi dan pelatihan aktivasi digital.
Salah satu produk unggulan dari Labuan Bajo adalah Wastra Songke, kain tradisional terbuat dari kapas yang ditenun menggunakan alat tradisional, bermotif indah sarat akan makna. Wastra berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kain. Sedangkan Songke merupakan wastra tradisional dari Labuan Bajo yang memiliki keunikan dan nilai-nilai seni daerah.
Namun, saat ini perajin Songke belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk pengembangan produk mereka. Selain, pengembangan teknologi juga akses pasar untuk menjualnya menjadi kendala mereka.
“Pelatihan ini bertujuan mengembangkan para pelaku usaha khususnya pengembangan produk unggulan wastra khas Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Beragam motif pada kain tenun yang sarat akan makna ini lanjutnya, menjadikan kain tradisional tersebut semakin indah dan bernilai jual tinggi,"ujar Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Suzana Teten Masduki, dalam keterangan resmi di akun InstagramKemenkoupkm.
Menurut Suzana keindahan wastra khas Labuan Bajo, Songke dan wastra lainnya harus terus dilestarikan dan dikembangkan.
“Berbagai inovasi produk berbahan dasar kain tenun sudah banyak dikembangkan sehingga menambah nilai jual produk tersebut. Kain tenun tidak hanya dibuat sebatas untuk produk pakaian saja, namun bisa diolah menjadi produk lain seperti tas, sepatu, dan aksesoris lainnya,” katanya.
Kendala selama ini terkait pemasaran, kata Dia, pengrajin nanti bisa menggunakan strategi digitalisasi pemasaran untuk menjual Songkedengan maksimal.
“Strategi pemasaran digital bisa menjadi strategi jitu untuk memperluas akses pasar kain tenun yang salah satunya dengan terhubung ke marketplace atau
e-commerce," tutur Suzana.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyambut baik pelatihan yang dilakukan oleh Kemenkoupkm.
“Kami berterima kasih atas pelatihan ini. Semoga dengan ini, masyarakat kami bisa berkembang dan berusaha di semua sektor, tidak hanya sekedar pariwisata saja,” katanya.
Ia berharap dengan kegiatan ini, para pelaku UKM di Nusa Tenggara Timur, khususnya Manggarai Barat bisa bersaing dengan pelaku usaha manapun.
“Semoga dengan ini para pelaku UKM di sini bisa bersaing ke depannya,” katanya.
(zul)