LANGIT7.ID - , Jakarta - Umat muslim penting kiranya menjaga silaturahim antara sesama, karena ia merupakan suatu amalan yang diwajibkan di dalam Islam.
Ustadz Dr. Habib Abdurahman Al Habsyi mengatakan silaturahim dalam Islam itu tidak mengenal waktu. Artinya, silaturahim dapat dilakukan kapan saja dan tidak harus menunggu momentum.
"Tetapi ada memang tradisi yang dibuat oleh masyarakat kita. Mungkin dikarenakan tinggalnya sudah saling berjarak antara satu keluarga dengan yang lain. Kemudian sulit untuk bertemu setiap saat, sehingga ketika menjelang Ramadan baru disepakati untuk bertemu secara khusus antara keluarga-keluarga tersebut," katanya kepada Langit7.
Baca juga: Muslimah Festival 2021, Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Bisnis Ekonomi SyariahUstadz Rahman menambahkan tujuan dilakukan silaturahim untuk saling mengunjungi, mempererat kendali hubungan dan lainnya.
"Mempererat kendali hubungan silaturahim yang mungkin agak renggang, yang selama ini lewat telepon atau lewat WhatsApp. Kemudian ada inisiatif beberapa orang untuk sama-sama bertatap muka karena ketika orang bertemu secara fisik itu tentu berbeda," ucapnya.
Konsep silaturahim sendiri tertulis dalam al-Quran ada pada surat An-Nisa Ayat 1, "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
Artinya, salah satu ciri hamba Allah SWT yang bertakwa itu indah silaturahimnya. Lebih lanjut, Ustadz Rahman menerangkan pemahaman silaturahim dalam Islam terbagi dua yaitu alam yang artinya berjumpa, saling bersalaman dan saling bertatapan.
Juga, silaturahim dalam jarak jauh misalnya seperti saling mendoakan, saling menyulutkan doa setiap kali mengingatnya dan lain sebagainya.
Baca juga: Silaturahim dengan Habib Syech, Ganjar Kangen Jateng BershalawatRasulullah SAW juga menjelaskan yang dimaksud silaturahim :
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
"Silaturahim bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (relatives) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya." (Hr Bukhari).
(est)