LANGIT7.ID, Jakarta -
Self healing merupakan proses mengembaikan diri sendiri kepada fitrah, baik secara aspek fisik, akal, jiwa, sosial, ekonomi, dan seterusnya. Kerusakan muncul ketika terjadi penyimpangan diri dari fitrah.
Pimpinan Pondok Pesantren Badrussalam Magetan, Jawa Timur, sekaligus pakar terapi Al-Qur'an, KH Riyadh Rosyadi, menegaskan, Al-Qur'an merupakan kitab paling sempurna dalam menuntun manusia kembali ke fitrah.
"Melalui Al-Qur'an menuntun diri kita untuk kembali kepada fitrah kehidupan, kembali kepada keselarasannya. Baik dengan sistem yang ada pada diri kita sendiri maupun dengan sistem yang ada di sekelilingnya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan hidup pada umumnya," kata pria yang akrab disapa Ustadz Rosyad kepada LANGIT7.ID, Selasa (22/2/2022).
Proses
self healing dalam perspektif Al-Qur'an itu sudah dijelaskan dalam Surah Ar-Rum ayat 30. Dalam ayat itu, Allah Ta'ala berfirman:
فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Al-Qur'an Sebagai Syifa
Ustadz Rosyad menjelaskan, Al-Qur'an sebagai As-Syifa merupakan jawaban bagi persoalan fisik maupun psikis, raga maupun jiwa, jasmani maupun rohani. Hal tersebut telah dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."
Al-Qur'an sebagai
Asy-Syifa memerlukan niat. Seseorang perlu meniatkan saat membaca atau mendengarkan Al-Qur'an untuk mendapatkan syifa. Itu disertai keyakinan penuh dengan terus memperbaiki diri atas segala kekeliruan yang dikerjakan selama ini.
"Itu merupakan ikhtiar Terapi Quran," kata Ustadz Rosyad. Secara khusus dalam ayat lain dijelaskan perlunya mengambil pelajaran-pelajaran berharga yang ada dalam Al-Qur'an. Demikian pula melaksanakan tuntunan Al-Qur'an juga bagian penting untuk ikhtiar mendapatkan syifa.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS Yunus: 57)
Dalam ayat tersebut, lanjut Ustadz Rosyad, kata
syifa (penyembuh) diapit oleh kata
mau'izhah (pelajaran/pengajaran) dan
hudan (petunjuk). Hal ini memberi isyarat jelas bahwa efektifnya fungsi
syifa Al-Qur'an terkait erat dengan dijalankannya fungsi
mau'izhah dan
hudan.
(jqf)