LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat seseorang divonis menderita kanker, kenyataan tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Karena itu, penting untuk memberi dukungan secara emosional dan mental kepada para pejuang kanker.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP, mengatakan penderita kanker umumnya mengalami berbagai masalah emosional dan mental setelah mendapatkan vonis menderita kanker.
“Orang yang terdiagnosa kanker sangat umum mengalami masalah emosional dan mental seperti depresi, gangguan stres pascatrauma, gangguan kecemasan umum, serta gangguan emosional yang parah,” kata Prof Aru melalui keterangan resmi yang dikutip Langit7, Rabu (23/2/2022).
Baca juga: Riana Trish: Saya Menyebut Kanker sebagai Sebuah KeajaibanAru juga menekankan pentingnya peranan caregiver untuk memberi dukungan mental dan emosional kepada para pejuang kanker. Menurutnya
caregiver berperan besar dalam membantu pasien kanker membangun kepercayaan diri agar bisa menjalani perawatan secara maksimal dan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.
"Dukungan emosional yang kuat dan hubungan cinta dengan pasangan, teman, serta keluarga dapat memberikan dampak positif dalam hidup para pejuang kanker," tambah Aru.
Survivor dan pemerhati kanker, Shahnaz Haque mengatakan dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting untuk mendukung keadaan mental dan emosional pejuang kanker.
“Saat saya divonis mengidap kanker, dunia serasa berhenti dan saya tidak semangat untuk melakukan apapun. Di sinilah pentingnya kehadiran orang-orang terdekat yaitu untuk menumbuhkan semangat untuk terus sehat. Membangun kekuatan mental dan emosional tidaklah mudah dan tidak bisa dilakukan sendiri,” ujar Shahnaz.
Baca juga: YKPI Dorong Masyarakat Rutin Deteksi Dini Kanker PayudaraMeskipun terasa berat namun nyatanya kanker bisa dikendalikan. Terutama bila pasien atau orang yang memiliki risiko kanker melakukan deteksi secara dini.
"Penting deteksi dini sebagai upaya untuk menurunkan serta mengendalikan faktor risiko kanker," tutup Aru.
(est)