Pemerintah akan mengubah transportasi umum menjadi kendaraan berbasis listrik. Langkah pertama akan dilakukan di DKI Jakarta sebagai bagian dari C40, yakni jaringan kota besar yang mengambil langkah progresif terkait perubahan iklim masa depan.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengganti separuh armada Bus TransJakarta menjadi bus listrik.
"Sebagai salah satu kota C40, kami berkomitmen pada tiga hal, salah satunya mengganti separuh bus Jakarta menjadi armada listrik secara bertahap. Ini ditargetkan selesai pada tahun 2025," ujar Anies, dalam diskusi virtual bertajuk "Jakarta E-Mobility Event", Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Pemprov DKI Targetkan Penerapan Jalan Berbayar di 18 RuasPada tahap awal, Pemprov DKI akan mengimplementasikan sebanyak 100 bus listrik pada trayek TransJakarta Existing untuk percontohan.
Saat ini, jumlah armada TransJakarta mencapai 4.079 unit. Artinya, ada sekitar 2.000 bus TransJakarta yang akan diganti dengan bus listrik.
Anies menuturkan, pengalihan armada angkutan umum ke kendaraan listrik diharapkan bisa mendorong peningkatan kualitas udara Ibu Kota.
"Ini untuk mengedukasi masyarakat kita memahami bahwa kendaraan listrik aman. Kami berharap, ini bukan hanya tentang untuk mencapai target udara bersih, tapi juga mobilitas berkelanjutan," ucapnya.
Baca juga: Kabar Gembira, LRT Jabodebek Ditargetkan Operasi Pertengahan 2022Sebagai informasi, Pemerintah telah mengatur rencana pengurangan emisi atau net zero emission pada Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Karbon Jakarta.
Pemerintah menargetkan, tingkat emisi berkurang 30 persen di bawah dasar pengukuran tahun 2030. Selanjutnya, menetapkan target 50 persen di bawah dasar pengukuran tahun 2030. Lalu menetapkan net zero emission di 2050.
(sof)