LANGIT7.ID - , Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menghadirkan Digital Transformation Expo (DTE), sebagai etalase pencapaian dan usaha Indonesia dalam melakukan akselerasi transformasi digital.
Juru Bicara Kementerian Kominfo yang juga bertindak sebagai Co-Chair Digital Economy Working Group (DEWG), Dedy Permadi, mengatakan bahwa DTE akan diselenggarakan bersamaan dengan G20 Leaders Summit tanggal 15 dan 16 November 2022.
“Kami membayangkan bahwa visualisasi dalam acara DTE akan serupa dengan pengalaman memasuki taman hiburan seperti Universal Studio atau Disneyland," ujar Dedy dalam diskusi "Rangkaian Agenda Isu Digital dalam Presidensi G20 Indonesia", Jumat, (4/3/2022) di Jakarta.
Baca juga: Kominfo Perkuat Penyebaran Informasi Forum G20 dan Presidensi G20Menurut dia, untuk menciptakan pengalaman tersebut dan menunjukkan perjalanan transformasi digital Indonesia, nantinya akan digunakan berbagai teknologi mutakhir, termasuk di antaranya Metaverse.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Mira Tayyiba berkata akan menjadikan DTE sebagai panggung perjalanan transformasi digital Indonesia.
"Melalui expo ini, kita akan menunjukkan kepada dunia, terutama kepada negara-negara anggota G20, Indonesia mengalami perkembangan bidang digital dengan pesat dan mampu memanfaatkannya menjadi solusi,” tegasnya.
Menurut dia, perjalanan panjang transformasi digital nasional memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya, Indonesia berhasil mencapai target pembangunan infrastruktur digital satu dekade lebih cepat, hal tersebut menunjukkan pesatnya perkembangan teknologi digital di Indonesia.
“Perkembangan ekosistem teknologi digital saat ini jauh berbeda dari perkembangan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ekosistem ekonomi digital Indonesia berhasil mendorong munculnya
unicorn-unicorn baru di tengah pandemi,” ucap Mira.
Baca juga: Indonesia Manfaatkan Presidensi G20 untuk Pemulihan EkonomiDi lain sisi, Dedy mengatakan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, masyarakat dan stakeholder terkait, DTE akan menjadi panggung bersama Indonesia sebagai kesatuan yang utuh.
“DTE tidak akan menjadi milik Kominfo saja, tetapi menjadi panggung untuk Indonesia memperlihatkan bahwa kita adalah negara besar. Kita memiliki kekuatan berupa pertumbuhan dan perkembangan transformasi digital yang sangat signifikan, bahkan walaupun kita sedang mengalami pandemi COVID-19,” pungkasnya.
(est)