LANGIT7.ID, Jakarta - Sya'ban merupakan bulan terbaik sebagai bula persiapan untuk menjalani ibadah Ramadhan. Bulan Suci Ramadhan mengehendaki kondisi fisik yang prima dan rohani yang menyala-nyala.
Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Pada bulan Sya’ban saat ini umat Islam melakukan persiapan, baik secara rohani maupun jasmani sehingga ibadah puasa dapat ditunaikan secara maksimal.
Sekretaris Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Chandra Krisna Jaya mengatakan, kekuatan jasmani sangat berpengaruh untuk melaksanakan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan. Dengan demikian, seorang muslim tidak menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk berleha-leha karena lapar dan haus.
Baca Juga: Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Bisnis Pesantren, Bisa Dapat Ratusan Juta Rupiah“Seperti misalnya, kita berpuasa dalam kondisi yang sehat, fisik yang prima. Tentunya juga setelah berpuasa malamnya ada shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan sebagainya,” ujarnya dilansir laman resmi MUI, Rabu (9/3/2022).
Ustaz Chandra menguraikan, rangkaian ibadah Ramadhan tentunya membutuhkan kesehatan jasmani untuk bisa melaksanakannya dengan baik. Selain fisik, Ramadhan juga memerlukan suasana rohani yang prima.
Baca Juga: Iklan Sirup dan 7 Produk Ini Mulai Sliweran, Tanda Ramadhan Sebentar LagiKesiapan jasmani dan rohani bertujuan agar umat Islam tidak terganggu akibat segala macam dosa. Ustaz Chandra mengungkapkan, orang-orang yang rohaninya bermasalah sering ditemukan, bahkan bisa sampai mengalami gangguan jiwa.
“Nah ini akibat rohani yang sakit. Maka persiapan di bulan Sya’ban ini, yakni kesehatan jasmani dan rohani harus dimatangkan,” ujarnya.
Baca Juga: Adakah Upacara Tertentu dalam Nisfu Sya’ban? Ini Kata Ulama(zhd)