Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Sifat Materialisme seperti Air Laut, Semakin Diminum Semakin Haus

mahmuda attar hussein Rabu, 09 Maret 2022 - 10:25 WIB
Sifat Materialisme seperti Air Laut, Semakin Diminum Semakin Haus
Ilustrasi sifat materialisme. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Sifat materalisme itu seperti meminum air laut. Semakin banyak diminum justru membuat semakin haus. Sikap ini harus dijauhi bila ingin mengembangkan bisnis.

Bagi para pengusaha baru, seringkali keuntungan bisnis yang didapatkan hanya digunakan untuk suatu kebutuhan konsumtif yang berujung pamer. Padahal selain untuk kebutuhan hidup dan ekspansi, keuntungan bisnis juga perlu diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Mentor Bisnis sekaligus pendiri Yukbisnis.com, Jaya Setiabudi mengatakan, agar penghasilan bisnis tetap mendapatkan berkah berlimpah, maka perlu disalurkan ke orang yang membutuhkan.

Baca Juga: Marak Pamer Syariah demi Personal Branding, Ini Kata Mentor Bisnis

"Saya pun pernah keuntungan bisnis beli Mercy, kemudian tambah sukses, lalu beli lagi BMW, dan tambah lagi Mini Cooper. Alhamdulillah setelah itu bisnis bangkrut dan dijual semua. Allah sayang sama saya, dan cemburu dengan kemelekatan saya terhadap harta," kata dia dikanal YouTube Jaya Setiabudi, dikutip Rabu (9/3/2022).

Dari pengalamannya itu, dia mengaku adanya rasa candu dan ingin menaikkan dosis yang berdampak pada ambisi sebagai pengusaha. Sehingga mengalami semakin sedikit waktu untuk keluarga dan agama demi mengejar harta untuk membeli impian semu.

Pria kelahiran Semarang, 27 April 1973 yang memutuskan menjadi mualaf ini menjelaskan, cara mencegah dan mengobati materialisme yakni melalui pemahaman suatu kaidah yang disebut naluri atau gharizah.

"Stimulusnya dari luar, menuntut untuk dipenuhi, jika tidak dipenuhi tidak mati melainkan timbul keresahan," katanya.

Adapun cara menjauhkan diri dari stimulus negatif tersebut dengan berpuasa, yakni puasa mata, puasa mulut, dan puasa hati.

Stimulus materialisme, lanjut pria yang akrab disapa Mas J itu, datang dari media sosial melalui akun artis atau influencer yang memamerkan kehidupan hedonisnya. Termasuk motivator yang biasanya memotivasi dengan materi.

"Unfollow akun akun seperti itu atau mute kalau itu teman sendiri, yang penting tidak kelihatan berseliweran di linimasa kita. Sebaliknya, cobalah follow akun akun yang mengajarkan kesederhanaan, zero waste, go green, atau spiritual," imbaunya.

Menurutnya, kegilaan terhadap materi akan mengeraskan hati dan membungkam kebutuhan sosial. Dia menegaskan, motivasi tidak harus dibangkitkan lewat materi.

"Materialisme itu seperti air laut, semakin diminum semakin haus," ujarnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)