LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong keberadaan Rumah Radakng menjadi destinasi wisata budaya utama di Kalimantan Barat (Kalbar).
Sandiaga menjelaskan, rumah panjang adat Suku Dayak yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat 2013 lalu, memiliki ukuran panjang sekitar 138 meter dengan tinggi 7 meter berada tepat di Jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak, Kalbar.
“Rumah Radakng menjadi rumah adat terbesar yang ada di Indonesia, dan menjadi sebuah landmark bagi kota Pontianak setelah Tugu Khatulistiwa “ ujar Sandiaga dalam keterangan pers dikutip Jum'at (11/3/2022).
Baca juga:Coffee Angkasa Yogya, Tawarkan Kopi dengan Pemandangan Senja yang EksotisMenurut Sandiaga, keberadaan rumah radakng memberikan arti positif bagi pengembangan pariwisata daerah Pontianak, rumah adat Suku Dayak tersebut menjadi kebanggaan Provinsi Kalimantan Barat.
Rumah adat ini biasanya digunakan untuk pengembangan, dan pelestarian adat istiadat serta sebagai ikon pariwisata di Kalimantan Barat.
"Ini adalah destinasi wisata berbasis budaya yaitu cultural tourism, dan wisatawan akan merasakan dan juga mendapatkan pengalaman, kenangan, sekaligus belajar tentang kebudayaan (Kalimantan Barat) di sini," kata Sandiaga.
Selain itu, Sandiaga juga mendorong agar Rumah Radakng mejadi tempat pergelaran event, dan seni, sehingga Menparekraf mengajak masyarakat Pontianak terutama wisatawan usantara untuk pergi berkujung ke Rumah Radakng.
"Rumah Radakng ini dengan seizin pengelola untuk pariwisata, dewan adat, dapat diusulkan menjadi venue atau tempat pergelaran dan event seni. Pak Gubernur sudah menunjukkan tadi ada hall juga ada amphitheater,” ungkap Sandiaga.
Baca juga: Kunjungi Tugu Khatulistiwa, Sandiaga Uno Kampanyekan Ayo ke PontianakSandiaga menyebutkan, bahwa ke depan akan semakin menarik terlebih saat ini merupakan pariwisata baru, di mana terjadi pergerakan dari pariwisata massal menjadi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Hal ini disebutnya akan semakin menarik ke depan terlebih, kata Sandiaga, saat ini merupakan pariwisata era baru dimana terjadi pergerakan dari pariwisata massal ke pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang berbasis alam dan budaya. Selaras dengan ekonomi baru yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo.
Ekonomi Baru pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yakni ekonomi berbasis digital, berbasis kesehatan yang memastikan keunggulan sumber daya manusia, serta berkeadilan yang membuat peluang usaha sampai tingkat desa wisata dan desa kreatif.
"Semoga kita bisa mengenalkan budaya khas dari Pontianak ke seluruh Indonesia, memulihkan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Kita all out menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu untuk kita songsong ekonomi baru," kata Sandiaga.
(sof)