LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa wilayah Indonesia terus diguyur hujan lebat sejak awal 2022 sehingga menyebabkan genangan air bahkan banjir. Kondisi ini tentu menyulitkan aktivitas harian masyarakat. Dalam kondisi hujan, bepergian memakai mobil pribadi dianggap lebih nyaman dibandingkan menggunakan sepeda motor atau transportasi umum. Sebab, tak perlu merasakan terpaan air hujan secara langsung.
Padahal, mengemudi mobil ketika hujan atau saat melibas genangan air juga memiliki potensi bahaya yang besar. Jika genangan tak terlalu tinggi, ada risiko
aquaplanning. Namun ketika nekat menerbos banjir, maka kendaraan bisa mengalami
water hammer.
Baca juga: Cegah Aquaplaning, Begini Tips Berkendara saat Musim HujanLantas apa itu
water hammer? Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan
water hammer adalah kondisi saat terhisapnya air ke dalam ruang mesin mobil usai melewati genangan air atau banjir.
“Saat mobil terkena
water hammer, tentu berisiko membuat kerusakan besar, bahkan bukan mustahil membuat blok mesin pecah,” ujarnya dalam keterangan resmi yang Langit7 terima, Jumat (18/3/2022).
Sony menegaskan, tidak semua mobil didesain untuk menerobos banjir. Saat nekat untuk menerobos genangan, pengemudi harus siap dengan risiko kerusakan pada kendaraan.
“Aksi pengemudi menerobos genangan air akan membuat banyak komponen rusak, mulai dari sektor mesin, komponen rem,
gearbox (sistem transmisi), kelistrikan, hingga membuat kabin mobil menjadi bau karena karpet yang lembab,” tuturnya.
Baca juga: KIA Bakal Hadirkan Mobil MPV Murah Dilengkapi SunroofSony mengatakan, pengemudi disarankan untuk bijak mengambil keputusan saat melihat jalanan yang banjir. Pastikan kedalaman genangan air terlebih dulu. Cara ini dilakukan untuk mengurangi risiko
water hammer dan ombak yang akan mengenai kendaraan lain.
"Jika masih setengah ban, masih bisa dilalui. Sebab,
gearbox dan sepatu rem pada kendaraan tidak akan terendam dan masih dapat bekerja jika kedalaman genangan masih rendah. Selain itu, pengemudi juga harus bisa menjaga kecepatan kendaraan sekitar 10 sampai 20km/jam ketika melaju di jalanan banjir,” ucap Sony.
(est)