LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia sebagai wilayah tropis hanya memiliki dua musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Itu menjadikan hujan bukan sesuatu yang aneh bagi masyarakat Indonesia.
Rasulullah SAW telah mengajarkan satu doa ketika hujan turun. Doa itu sangat pendek, hanya tiga kata. Namun, mengandung ribuan hikmah ketika mentadabburi maknanya.
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat.” (HR Bukhari dari Aisyah RA).
Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH), kata
Allahumma dalam doa tersebut mengandung makna yang sangat dalam.
Allahumma merupakan ucapan permohonan dengan penuh harapan. Itu berbeda ketika seseorang sekadar mengucapkan “Ya Allah” yang bersifat umum.
Baca juga: Kapan Waktu Tepat Ajari Anak-Anak Berpuasa?“
Allahumma merupakan permohonan dari hati yang paling dalam untuk meminta sesuatu kepada Allah Ta’ala,” kata UAH dalam salah satu tausiahnya melalui kanal
Akhyar TV, dikutip Senin (21/3/2022).
Sementara, kata
shayyiban berarti segala yang melimpah dengan cepat dan beruntun. Kalau menimpa tapi ada jedah, dalam bahasa Arab disebut mushibah. Segala sesuatu yang menimpa dalam pandangan manusia bisa kurang menyenangkan, padahal semua yang datang dari Allah adalah berkah.
“Cuma bagaimana cara kita melihatnya, kadang-kadang melihat seperti menyenangkan, sisi lain tidak menyenangkan dalam pandangan yang lain,” kata UAH.
Dia mencontohkan
shayyiban berupa hujan. Bagi sebagian orang, hujan mungkin tidak menyenangkan dengan segala akibat yang ditimbulkan. Namun, ada sebagian orang yang bersyukur dengan adanya hujan.
“Bahkan orang yang bertetanggaan bisa menyikapi satu persoalan yang sama dengan pandangan berbeda. Hujan turun, di sini bersyukur, di sana melihat dengan persepsi berbeda. Di sini ‘Alhamdulillah’, di sana ‘
kok hujan ya?’, jadi beda cara pandangannya,” tutur UAH.
Baca juga: Cara Cerdas agar Ilmu Bermanfaat Dunia dan AkhiratSemua yang menimpa manusia umumnya disebut musibah. Kaya itu musibah, begitu pun dengan kurang harta. Ketika ujian berupa musibah menyenangkan, maka bersyukur adalah jalan keluarnya. Jika ujian berupa musibah kurang menyenangkan, maka sabar jalan keluarnya.
“Nah, ketika datang dengan cepat dan beruntun maka dinamakan
shayyiban. Itu kenapa hujan disebut
shayyiban, karena datang dengan cepat dan beruntun. Maka itu, kita memohon kepada Allah, agar setiap tetesan yang menimpa kita
naafian (membawa manfaat),” ucap UAH.
Singkatnya, doa di atas mengajarkan kepada manusia untuk selalu husnudzan kepada Allah dalam setiap situasi yang dialami. Jadi, ketika hujan turun tidak perlu mengeluh, karena setiap yang datang dari Allah itu ada manfaatnya.
Hujan sebagai pembawa manfaat sudah disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Luqman ayat 34. Pada ayat itu, Allah menyandingkan dengan penjelasan segala sesuatu yang gaib.
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ
“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”
Fokus pada kalimat وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ (Dia menurunkan hujan). Allah menggunakan kosakata
nazzalah bukan
anzala. Dalam bahasa Arab,
nazzala berarti turun secara bertahap dan teratur. Sementara,
anzala turun sekaligus.
Baca juga: Buya HAMKA: Umat Islam Perlu Merasa Wajib Belajar Bahasa ArabKemudian, hujan dibahasakan dengan kata
al-ghaits. Dalam bahasa Arab, kata itu berarti segala sesuatu yang mengandung manfaat bagi kehidupan. Artinya, Allah mengatur hujan itu agar bermanfaat bagi kehidupan manusia.
“Salah satu hikmah dari ayat itu, ketika Allah menurunkan hujan, berarti Dia hendak memberikan maslahat ke tempat-tempat tertentu. Hujan tidak turun sekaligus, kadang satu daerah dan daerah lain berbeda. Maka bersyukurlah ketika hujan turun, itu tandanya Allah menurunkan rahmat di tempat Antum,” ucapnya.
(jqf)