Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 08 Januari 2026
home global news detail berita

Hukum Berutang ke Orang Gangguan Jiwa, Ternyata Wajib Dilunasi

mahmuda attar hussein Ahad, 27 Maret 2022 - 18:05 WIB
Hukum Berutang ke Orang Gangguan Jiwa, Ternyata Wajib Dilunasi
Ilustrasi membayar utang. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum berutang kepada manusia wajib dilunasi, meskipun yang pemberi utang mengalamai gangguan jiwa. Caranya bisa diberikan kepada keluarga atau kerabatnya.

Islam mewajibkan umatnya untuk menyelesaikan urusan utang-piutang. Seorang muslim harus melunasi utangnya tanpa harus menunda ketika mampu membayarnya.

Namun, bagaimana hukum utang-piutang ketika seorang pemberi utang mengalami musibah dan menjadi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)?

Baca Juga: Tersisa 12 Hari, Yuk Lunasi Utang Puasa Sebelum Ramadhan Tiba

Ustadz Oni Sahroni mengungkapkan, status utang-piutang dengan ODGJ tetap wajib untuk ditunaikan. Sebab, hal itu berkenaan dengan urusan dan hubungan antar manusia.

"Walaupun menjadi ODGJ, tentu dia sendiri punya kebutuhan. Jadi bisa ditanya apakah punya kerabat yang bisa dititipkan uang tersebut sebagai komitmen membayar kewajiban," katanya dalam tanya-jawab usai diskusi virtual Fikih Ramadhan, Ahad (27/3/2022).

Artinya, lanjut dia, kewajiban bayar utang ini bisa dilakukan dengan memberikanya kepada kerabat terdekat. Apalagi, jika ODGJ itu masih memiliki kerabat, wali, atau pasangan hidup.

"Maka serahkan kepada walinya. Kata kuncinya tetap wajib, dibayar kepada keluarga atau kerabat yang mengurusi atas kreditur tadi," ujar dia.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 08 Januari 2026
Imsak
04:13
Shubuh
04:23
Dhuhur
12:03
Ashar
15:28
Maghrib
18:16
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan