Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Santri di Afrika Belajar Al-Quran Bukan di Mushaf, tapi Papan Kayu

Muhajirin Senin, 28 Maret 2022 - 12:58 WIB
Santri di Afrika Belajar Al-Quran Bukan di Mushaf, tapi Papan Kayu
Mushaf Quran di papan kayu Afrika (foto: istock/Langit7)
LANGIT7.ID, Jakarta - Eisa Hamid Al-Gani adalah seorang hafidz Al-Qur’an asal Republik Chand, Afrika Tengah. Terkurung di dalam daratan, Chand berbatasan dengan Libya di utara, Republik Afrika Tengah di selatan, Niger di barat, Sudan timur dan Nigeria serta Kamerun di barat daya.

Dia mulai menghafal Al-Qur’an sejak berusia tujuh tahun di sebuah lembaga Khusus pendidikan Islam. Hal yang menarik adalah caranya menghafal kitab suci Al-Qur’an.

Biasanya, anak-anak muslim menghafal ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan mushaf. Namun Eisa, bersama anak-anak Afrika secara umum, menggunakan papan kayu untuk menghafal.

Baca juga: Noor Saadeh, Musisi Klasik Mualaf yang Berdakwah Lewat Pendidikan

Menulis ayat-ayat Al-Qur’an di atas batu atau kayu merupakan budaya manuskrip kuno di Afrika yang masih bertahan hingga saat ini. Umum di Afrika, kayu dan batu menjadi wadah tulis untuk belajar Al-Qur’an. Itu sudah dilakukan secara turun-temurun.

Anak-anak berlatih menulis Al-Qur’an di atas papan atau batu. Setelah semua tulisan dalam papan dihafal, maka mereka akan segera menghapus dan mengganti dengan tulisan baru untuk dihafal. Begitu seterusnya hingga hafal 30 juz. Bahkan, ini berlaku untuk setiap pelajaran agama Islam.

Bentuk papan berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang berbentuk panjang dengan lingkaran di ujung, ada pula berbentuk panjang dengan motif kubah di ujung papan. Namun secara fungsi tetap sama, sebagai wadah untuk menulis ayat-ayat Al-Qur’an untuk dihafal.

“Kami dulu belajar Al-Qur’an di papan kayu. Begitulah cara kami belajar Al-Qur’an di Chand. Butuh waktu 5 tahun bagi saya untuk benar-benar menghafal Al-Qur’an,” kata Eisa, dikutip laman Gulf News, Senin (28/3/2022).

Dia menghafal Al-Qur’an di hadapan sang ayah. Dia menyebut, ayah dan kakeknya merupakan seorang ulama terpandang. Sang ayah mengajar pendidikan Islam dan tahfidz di madrasah.

Baca juga: Mengenang Malcolm X, Muslim Kulit Hitam Paling Berpengaruh di Amerika Serikat

“Sebagian besar dari 7 saudara laki-laki dan dua saudara perempuan saya telah menghafal Al-Qur’an dengan bantuan ayah kami,” kata Eisa.

Republik Chand memiliki banyak bahasa, agama, dan etnis. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Eisa untuk menguasai bahasa Arab ata pendidikan agama Islam.

Bahkan, setiap rumah muslim di Chand setidaknya memiliki 3 sampai 4 orang penghafal Al-Qur’an. Islam sangat kuat dan berkembang di sana. Anak-anak muda muslim di negara itu sangat bangga membawa Al-Qur’an di saku mereka.

“Saya membaca 3 sampai 4 juz Al-Qur’an setiap hari. Saya tidak memikirkan apapun selain kemuliaan Al-Qur’an,” kata Eisa.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)