LANGIT7.ID, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilaporkan kembali surplus sebesar Rp19,7 triliun pada Februari 2022. Jumlah tersebut setara dengan 0,11 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI.
Angka itu jauh lebih baik dari tahun lalu yang defisitnya sebesar Rp63,3 triliun. Meski demikian, surplus ini tumbuh melambat dibanding Januari 2022. Diketahui, awal tahun 2022 surplus
APBN mencapai Rp28,9 triliun atau 0,16 persen dari PDB RI.
Baca Juga: Tingkat Inflasi Indonesia Masih Tergolong RendahMenteri Keuangan, Sri Mulyadi Indrawati mengatakan APBN mengalami perbaikan hingga 131 persen karena capaian surplus. Meskipun capaian ini lebih rendah dibanding Januari 2022 sebesar 163,5 persen.
"Sampai dengan Februari 2022, keseimbangan primer surplus Rp61,7 triliun, dibanding tahun lalu defisit Rp22,9 triliun. Suatu yang luar biasa, total keseimbangan kita adalah surplus Rp19,7 triliun," kata
Sri Mulyani dalam siaran pers APBN Kita, dikutip Langit7.id, Rabu (30/3/2022).
Menkeu menuturkan surplus terjadi karena belanja negara lebih kecil daripada pendapatan. Karena surplus, pembiayaan APBN mengalami kontraksi hingga 69,4 persen dari target Rp868 triliun dalam
APBN 2022.
Baca Juga: Capai Rp2 Ribu Triliun, Kinerja APBN 2021 Lampaui Target"APBN kita kalau dilihat situasi di Februari kelihatannya cukup bagus. Namun, ini belum menggambarkan keseluruhan cerita tahun 2022," tuturnya.
Sebagai informasi, belanja negara sampai akhir Februari 2022 Rp282,7 triliun atau 10,4 persen dari APBN. Belanja Kementerian/Lembaga (KL) Rp78,6 triliun, belanja non KL Rp93,6 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp110,5 triliun.
Baca Juga:
Sri Mulyani Optimis Indonesia Mampu Bangkit dari Dampak Pandemi Covid-19
Berdampak pada APBN, Perang Rusia-Ukraina Diharapkan Tak Lama(asf)