LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri BUMN, Erick Thohir membicarakan kemungkinan kuat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) pada 1 April 2022. Sementara, pemerintah telah menetapkan jenis bensin Pertalite (RON 90) yang dijual PT Pertamina sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).
"Ini pemerintah sudah putuskan Petralite dijadikan subsidi, Pertamax tidak. Jadi kalau Pertamax naik ya mohon maaf. Tapi kalau Petralite subsidi tetap,” ujarnya dalam Kuliah Umum: Milenial dan Digital Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang disiarkan di Youtube, Rabu (30/3/2022).
Erick menjelaskan, kebijakan terkait harga BBM merupakan upaya pemerintah dalam menjaga perekonomian negara. Dana yang dikucurkan untuk subsidi, kata dia, jumlahnya mencapai puluhan triliun.
Baca juga: Uni Emirat Arab Respons Keberhasilan Transformasi BUMNSoal kapan pastinya harga Pertamax akan naik, Erick mengaku kemungkinan bulan depan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati meminta restu kepada Komisi VI DPR RI untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi RON 92 jenis Pertamax. Hal itu disampaikan Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Senin (28/9/2022).
Menurut Nicke, penetapan harga Pertamax hingga saat ini belum mengikuti mekanisme pasar.
"Hingga saat ini, Pertamax belum mengikuti mekanisme pasar. Jadi dukungan untuk Pertamax masih perlu," kata Nicke.
Nicke menjelaskan bahwa Pertamina sejauh ini baru melakukan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM non subsidi. Mulai dari Pertamax Turbo RON 98, Dexlite dan Pertamina Dex yang secara volume hanya 2 persen dari total penjualan BBM Pertamina.
Sejauh ini, Pertamax masih dibanderol Rp9.000 per liter dan tidak mengalami kenaikan sejak dua tahun lalu. Nicke menuturkan sudah seharusnya pertamax mengikuti mekanisme pasar.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Melonjak karena Persediaan AS MenurunMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada pekan kemarin mengatakan belum ada kepastian kenaikan harga BBM Pertamax meski melonjaknya harga minyak dunia.
"Kita lihat dampaknya kepada masyarakat, berat atau tidak? Tapi nanti kita lihat semester II (untuk kenaikan harga)" ujar Arifin dalam Konferensi Biodisel ke-3, Kamis (24/3/2022).
(sof)