LANGIT7.ID - , Jakarta - Puasa merupakan sebuah instrumen kehidupan yang sebenarnya dibutuhkan oleh setiap manusia, terlebih hal itu diwajibkan bagi umat Islam.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 183 dikatakan:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(Al-Baqarah: 183).
Baca juga: Food Combining, Perhatikan Hal Ini di Menu Sahur dan Buka PuasaPerintah puasa ini bertujuan sebagai sarana untuk mengantarkan manusia ke derajat takwa dalam arti yang sesungguhnya. Puasa juga tidak bisa dipisahkan dari dimensi konsekuensinya yang berupa amal sholeh.
Ibadah puasa tidak dimaksudkan sebagai ritual pribadi semata dalam menahan diri dari makan, minum dan lainnya. Tetapi juga menjadi latihan pengendalian diri yang memiliki konsekuensi yang sangat penting yaitu memunculkan kondisi psikologis berupa kesadaran diri berwujud komitmen sosial.
Puasa tidak hanya memberikan kesehatan rohani, tetapi juga kesehatan fisik. Dengan berpuasa orang akan cenderung memiliki hidup yang sehat, makan menjadi teratur kemudian diet yang direncanakannya juga menjadi lebih seimbang. Sehingga imun tubuh Anda tetap selalu kuat.
Untuk mencapai itu semua, Dokter RS Yasyfin Gontor, dr Fida' Mushalim Afwan memberikan tiga tips agar sistem imun tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Baca juga: Tadabbur 5 Ayat Al-Baqarah tentang Puasa dan Ibadah RamadhanMenjaga nutrisi atau zat giziKetika makan, Anda harus memperhatikan komposisi gizinya, harus lengkap dan seimbang dari karbohidrat, protein, lemak mkironutrien lainnya.
Menurut dr Fida, ketika sahur usahakan memperbanyak konsumsi karbohidrat kompleks, sementara ketika berbuka perbanyak konsumsi karbohidrat simpleks.
"Ketika sahur, perbanyak konsumsi jenis karbohidrat kompleks seperti nasi merah, nasi jagung, kentang dan lain sebagainya. Dan ketika berbuka puasa, utama konsumsi karbohidrat simpleks seperti nasi putih, gula, sirup, kue, buah-buahan dan lainnya," ujar dr Fida' dikutip dari kanal YouTube GontorTV, Sabtu (2/3/2202).
Olahraga Berpuasa bukan berarti Anda bisa dengan bebas bermalas-malasan atau tidak melakukan aktivitas apapun, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan olahraga tentu dengan penyesuaian-penyesuaian.
Lantas, olaraga apa yang bisa dilakukan? Anda bisa dengan jalan cepat, bersepeda dan lainnya. Untuk waktunya, Anda bisa berolahraga minimal dua jam setelah berbuka puasa.
"Perlu diingat, hindari melakukan olahraga sekitar dua sampai tiga jam menjelang berbuka puasa," ucapnya.
Konsumsi cairan yang cukupKekurangan cairan yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi dan sulit BAB. Penting kiranya untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup, yaitu dua liter atau delapan gelas perhari.
Baca juga: Pondok Gontor Mulai Puasa pada 2 April 2022"Perlu diingat, hindari minum yang mengandung kafein seperti teh, kopi, soda dan lainnya. Karena, minuman yang berkafein itu bersifat diuresis atau merangsang produksi urin lebih banyak, sehingga akan membuat Anda sering membuang air kecil lebih banyak. Hal tersebut akan menyebabkan Anda kekurangan cairan yang lebih cepat," tutur dr Fida'.
(est)