LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah terus melakukan berbagai solusi strategis dalam memperkuat kepercayaan diri pelaku ekonomi sebagai upaya pemulihan nasional.
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengatakan ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19 menyebabkan kecemasan.
“Pemerintah mendorong lembaga keuangan untuk terus menyalurkan kredit, terutama kepada sektor-sektor prioritas seperti sektor pariwisata dan UMKM,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin dikutip Ahad (3/4/2022).
Baca juga: 4 Alasan Perlu Terjun Berinvestasi di Platform P2P LendingMenurutnya, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi psikologis pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Selain itu, dalam mendorong dunia usaha alam percepatan pemanfaatan teknologi digital, dapat dilakukan melalui cara digitalisasi.
“Dalam hal ini pemerintah juga memfasilitasi jutaan UMKM untuk mengaplikasikan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi mereka,” katanya.
Menurut Ma’ruf Amin, pemerintah juga terus mendorong peningkatan konsumsi masyarakat melalui berbagai upaya, antara lain dengan memperbesar anggaran defisit agar tersedia ruang fiskal dan memberikan relaksasi atau kelonggaran dalam pembiayaan bagi para pelaku ekonomi untuk mempertahankan konsumsi masyarakat.
“Pemerintah memfasilitasi perpanjangan restrukturisasi pembiayaan, direstrukturisasi, untuk menjaga agar daya beli masyarakat tidak turun. Selain itu, pemerintah juga setiap tahun memberikan tambahan alokasi anggaran untuk perlindungan sosial,” katanya.
Ma’ruf Amin menuturkan, dalam setiap tahunnya pemerintah memberikan tambahan alokasi anggaran untuk perlindungan sosial. “ini bagian daripada realokasi untuk kesehatan, pemulihan ekonomi dan juga untuk perlindungan sosial,” jelasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa di tahun ini kepercayaan diri konsumen sudah tumbuh positif, terlihat dari index penjualan ritel.
Baca juga:
Harga Kedelai Terus Naik, Menkop UKM: Kacang Koro Jadi Substitusi Impor“Upaya pemerintah seperti pemberian PPNBN untuk otomotif, ataupun penjualan rumah, dan pemberian bantuan sosial dapat memberikan booster untuk dapat kembali melakukan kegiatan konsumsi,” katanya dikutip had (3/4/2022).
Menurutnya, pemulihan ekonomi penerimaan pajak mulai meningkat lagi, di tahun 2020 Indonesia mengalami kontraksi 18%, tahun 2021 pertumbuhan pajak sudah di atas 23%.
“Tahun ini 2022 dalam dua bulan penerimaan pajak, kita tumbuhnya di atas 30%. Jadi ini menunjukan scarring effect-nya (kecemasan) secara pelan dan pasti kita atasi,” ungkapnya.
(sof)