LANGIT7.ID, Jakarta - Duta Qur’an Indonesia berkolaborasi dengan ASAR Humanity salah satu lembaga kemanusiaan meluncurkan Program Serbu Duta Qur’an guna mencetak sekitar 1,4 juta penghafal Al-Qur’an.
Presiden Duta Qur’an Indonesia, Ummi Rasyid menjelaskan pihaknya optimis dapat mencetak 1,4 juta penghafal Al-Qur’an dapat terealisasi dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.
“Duta Qur’an Indonesia sendiri saat ini membina 802 lembaga, baik pondok pesantren maupun rumah tahfiz yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah gurunya 2.500 orang dengan santri mencapai 50 ribu orang,” ungkap Ummi Rasyid dakam rilis yang diterima Langit7 Ahad (3/4/2022).
Baca juga: Duta Quran: Masih Banyak Guru Ngaji Belum Dapat Upah LayakDuta Qur'an merupakan sebuah lembaga yang membina pondok pesantren dan rumah tahfiz Al-Qur’an
Menurut Ummi Rasyid, pihaknya mencari orang-orang yang berminat untuk mendonasikan Rp10 ribu per bulan untuk diimplementasikan dalam berbagai program yang diselenggarakan Dita Qur’an Indonesia.
“Tujuannya kita akan bersama-sama mencetak 1,4 juta penghafal Al-Qur’an, untuk dapat mencetak para penghafal Qur’an, membutuhkan berbagai infrastruktur. Mulai dari kondisi lembaga pendidikannya, santri, orang tua santri hingga lingkungan yang kondusif,” ujarnya.
Ummi Rasyid juga menyampaikan hal yang harus diperhatikan dalam proses pembentukan penghafal Qur,an yakni guru ngaji terutama dalam sisi kesejahteraannya.
"Profil dari 802 pesantren binaan kami, itu juga menyelenggarakan pendidikan formal. Jadi levelnya dari tingkat SD sampai SMA. Dari yang tercatat, orang tua biasanya memberikan infaq didikan di bawah Rp50 ribu per bulan. Jadi meskipun mereka sekolah, tapi mereka konsepnya sedekah," ungkap Ummi Rasyid.
Dia menurutkan, saat ini masih banyak gutu ngaji yang mendapatkan upah di bawah Rp500 ribu per bulan atau bahkan tak mendapatkan bayaran sekalipun, menurutnya hanya sekitar 15 persen guru ngaji yang menerima bayaran Rp500 ribu per bulan.
"Hanya 15 persen dari data kami miliki itu menerima per bulan Rp500 ribu ke atas. Selebihnya, Rp500 ribu ke bawah. Dan bahkan di Kepulauan Aru, mereka tetap ikhlas mengajar di bagian Indonesia paling timur," terangnya.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Santri, ASAR Humanity Luncurkan Program 1.000 Ton BerasPresiden ASAR Humanity, Dicky Irawan mengatakan saat ini dalam mendukung program tahfiz Qur’an yang dilakukan oleh Duta Qur’an Indonesia menjadi salah satu konsentrasi lembaga ASAR Humanity yang dipimpinnya.
"Di bawah kita banyak orang yang harus kita bantu untuk dapat belajar Al-Qur'an. Kita ingin menyejahterakan para guru ngaji yang selama ini masih dibantu ala kadarnya," ungkap Dicky.
Dicky menuturkan saat berkesempatan berkunjung ke suatu tempat di Sulawesi dia bertanya pada seorang guru ngaji yang hanya mendapatkan bayaran Rp150 ribu per bulan. Lantas, Dicky bertanya kepada sang ustaz mengapa tidak bekerja saja di pabrik atau perusahaan-perusahaan di sekitar tempat tinggalnya.
“Jawabannya membuat saya malu. Beliau bilang begini, ‘Pak Dicky meskipun saya nggak dibayar sekalipun, saya tetap bersama Al-Qur’an. Karena saya ingin menjadikan hidup mati saya bersama Al-Qur’an,” ungkap Dicky menirukan jawaban sang guru ngaji.
(sof)