Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 04 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Jaga Lisan, Ghibah di Bulan Ramadhan Dosanya Lebih Besar

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 05 April 2022 - 12:02 WIB
Jaga Lisan, Ghibah di Bulan Ramadhan Dosanya Lebih Besar
Ilustrasi ghibah. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Bergunjing atau ghibah merupakan kegiatan membicarakan keburukan orang lain. Ghibah merupakan salah satu perilaku buruk, makanya dalam Islam tidak diperbolehkan untuk dilakukan dalam situasi apapun.

Ustadz Sufyan Bafin Zen mengingatkan untuk menjaga lisan dari ghibah, terlebih di bulan Ramadhan, karena dosanya akan lebih besar.

"Jaga lisan Anda dari ghibah dan amimah, di bulan Ramadhan dan di luar bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan dosa ghibah menjadi lebih besar. Karena dosa akan menjadi lebih besar apabila dilakukan di tempat-tempat yang mulia," ujar Ustadz Sufyan.

Baca juga: Risty Tagor Ajak Berhenti Ghibah Lewat Lagu Religi

Ustadz Sufyan lalu mencontohkan, seseorang yang memaki didalam masjid lebih besar dosanya daripada orang yang memaki di luar masjid. Contoh lain, orang yang memaki di hari Jumat lebih besar dosanya daripada orang yang memaki di luar hari yang lain, meskipun semuanya dosa.

Namun, lanjut dia, jika dosa itu dilakukan pada waktu-waktu yang mulia, maka akan lebih besar lagi dosanya. Demikian juga ghibah, adalah dosa besar apabila melakukan ghibah, terlebih di bulan Ramadhan.

"Kita biasanya senang sekali membicarakan orang setelah shalat tarawih. Padahal mereka baru saja pulang dari masjid, sekarang sudah makan bangkai saudaranya," ungkap Ustadz Sufyan dikutip melalui YouTube Yufi.TV-Pengajian & Ceramah Islam, Selasa (5/3/2022).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Baca juga: Jauh dari Gosip, Pernikahan Narji - Widiyanti Injak 13 tahun

Artinya, tutur Ustadz Sufyan puasa tersebut tidak ditanggung oleh Allah SWT.

"Allah tidak menginginkan puasa seperti itu. Itu berarti seorang Muslim ketika ia puasa bukan hanya sekedar tidak makan dan minum. Tetapi matanya harus puasa, telinganya, lidahnya hingga tangannya," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 04 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)