LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips
mengusir setan di dalam rumah. Cara ini diajarkan
Rasulullah, yakni dengan membaca surah
Al Baqarah, khususnya oleh penghuni kediaman tersebut.
Cara ini diajarkan Rasulullah kepada umat Islam. Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Jangan jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah di dalamnya." (HR Muslim).
Baca Juga: 3 Keistimewaan Baca Ayat Kursi di Pagi Hari yang Jarang DiketahuiDalam hadist lainnya, Nabi Muhammad mengatakan: "Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah, dan sesungguhnya setan jika mendengar surah Al-Baqarah dibaca maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah." (HR Hakim, dinilai Hasan oleh Syaikh Albani).
Melansir
Konsultasi Syariah, Ustadz Ahmad Anshor mengatakan, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan sebab mengapa membaca surat Al-Baqarah dapat mengusir setan dari rumah.
"Setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah. Maksudnya adalah, jika anda membaca surat Al-Baqarah, maka setan akan lari keluar dari rumah anda dan tidak akan mendekat. Sebabnya, karena dalam surat Al-Baqarah terdapat ayat kursi, nama-nama Allah serta terkandung ayat-ayat yang dapat mengusir setan dan membekas pada diri mereka." (Syarah Riyadhusshalihin 4/684).
Ada hadis yang menjelaskan, bahwa surat Al-Baqarah dibaca setiap malamnya atau siangnya. Dengan melakukan hal tersebut, setan tidak akan mendekat sampai tiga malam atau tiga hari berikutnya. Namun keterangan dari hadist ini dinilai lemah.
Dari Sahl bin Said beliau mengatakan, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Siapa yang membacanya di rumahnya pada malam hari, setan tidak akan masuk ke rumahnya selama tiga malam. Dan siapa yang membacanya di siang hari, setan tidak akan bisa masuk rumahnya selama tiga hari." (HR Ibnu Hibban dan Baihaqi).
(bal)