LANGIT7.ID - , Jakarta - Menyiapkan fisik dan rohani di bulan Ramadhan menjadi hal yang harus dipersiapkan agar puasa tetap kuat dan hati terasa damai. Namun, selain itu, ada hal lain yang harus dipikirkan di bulan puasa ini, yaitu keuangan.
Banyak kebutuhan yang tetap harus terpenuhi selama bulan puasa ini. Apalagi beberapa bahan pokok seperti minyak goreng mengalami kenaikan harga. Kondisi ini membuat kita harus pintar dalam mengatur keuangan agar tetap bisa bertahan.
Independent Financial Planner, M Kharisma menyebut mengatur keuangan di bulan Ramadhan itu selalu berkaitan dengan
cashflow atau arus kas.
Cashflow sendiri terbagi menjadi dua, yakni
cash inflow berarti uang masuk dan
cash outflow artinya uang keluar.
Baca juga: Pentingnya Catatan Keuangan selama Ramadhan Biar Bisa Lebih HematMenurut dia, untuk mengatasi keuangan dengan baik maka Anda harus pintar dalam menyiasati
cashflow."Cash outflow adalah
budgeting yang sudah diperkirakan, kalau misal saat ini kita memiliki penghasilan 5 juta maka rata-rata pengeluaran kita harus dibatasi di angka 3 juta untuk kebutuhan rutin bulanan," ujar Kharisma kepada Langit7, Rabu (6/3/2022).
Hal ini yang harus dijaga, tambahnya, jangan sampai naik terlalu jauh. Karena nantinya membuat Anda tidak bisa mempersiapkan uang untuk kebutuhan lain yang tentu selalu ada di bulan Ramadhan ini.
Kharisma lalu menjelaskan, secara alami setiap tahun rata-rata kebutuhan pokok akan naik kurang lebih 30 persen saat Ramadhan. Ini mencangkup kebutuhan harian, seperti kebutuhan dapur dan konsumsi lainnya.
"Nah, kondisi sekarang itu menjadi anomali karena kenaikan itukan menjadi tidak biasa banyak kebutuhan pokok yang ternyata naiknya gila-gilaan. Itu yang saat ini harus benar-benar kita cermati, dari yang tadinya 30 persen mungkin sekarang naiknya 50 persen," ungkapnya.
Maka itu, penting kiranya untuk pintar menyiasati
cashflow Anda. Agar kebutuhan-kebutuhan bisa tetap terhitung.
"Misal jika kita dapat THR, kita juga harus bayar THR pihak ketiga. Jika kita punya ART, maka kita harus bayar juga THR mereka. Terus kalau ada petugas kebersihan, maka THR mereka juga harus dibayar walaupun jumlahnya tidak terlalu besar dan lainnya," ucapnya.
Baca juga: 3 Cara Atur Keuangan saat Ramadhan supaya Tak Boros"Jadi banyak yang harus kita alokasikan, belum lagi ketika ada kumpul keluarga mulai bagi-bagi ampao dan lainnya. Nah, pengeluaran-pengeluaran seperti itu harus dihitung dari sekarang. Agar kita tahu cara menyiasati dari
cash inflow kita," lanjut dia.
Cash inflow harus diestimasikan dari jauh-jauh hari, agar bisa diperkirakan apa saja yang dibutuhkan. Kharisma mencontohkan estimasi uang masuk H-7 yang secara kalender jatuhnya di akhir bulan.
"Nah, dari situ harusnya kita sudah mulai bisa perkirakan, apa yang harus dikeluarkan untuk cost yang sudah kita perkirakan, yang pasti akan keluar selama bulan Ramadhan," pungkasnya.
(est)