Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Tadabbur 10 Surat Favorit Bacaan Tarawih dan Kandungannya

fajar adhitya Jum'at, 08 April 2022 - 15:00 WIB
Tadabbur 10 Surat Favorit Bacaan Tarawih dan Kandungannya
Seorang muslimah sedang membaca dan mentadabburi Al Quran di sofa selama Ramadhan di rumah. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam shalat tarawih dianjurkan membaca surat dari Al-Qur'an setelah membaca Al-Fatihah. Bacaan shalat tarawih umat Islam di Indonesia pada umumnya adalah surat-surat pendek dalam Al-Qur'an Juz 30.

Pada umumnya, tidak ada ketentuan yang mengikat terkait bacaan surat shalat tarawih. Bagi masjid yang menargetkan khatam Al-Quran biasanya membaca satu halaman Al-Quran pada setiap rakaat sehingga selesai satu juz dalam satu malam tarawih.

Umat Islam yang lain ada yang memakai pola surat pendek, di mulai dari Surat At-Takatsur sampai Surat Al-Lahab (surat ke-102 sampai ke-111) pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas untuk rakaat kedua.

Baca Juga: Berkah Ramadhan, Darul Aman Tebar Qur’an ke Pedalaman Sulawesi

Dilansir NU Online, berikut susunan surat pada shalat tarawih berikut ini dikutip dari Kitab Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun]. Adapun penjelasan kandungan surat dikutip dari Tafsir Al-Misbah Jilid 15 karya Muhammad Quraish Shihab.

1. Surat At-Takatsur

Tema utamanya adalah kecaman terhadap mereka yang dilengahkan oleh gemerlap duniawi dan kebanggaan atas sesuatu yang fana, sambil mengingatkan tentang kesudahan semua manusia. Menurut al-Biqa‘i, tujuan utamanya adalah penjelasan tentang apa yang diisyaratkan oleh surah al- ‘Adiyat tentang kebinasaan pada hari Kiamat yang dilukiskan oleh surah sebelum ini yakni surah al-Qari'ah.

2. Surat Al-Asr

Tema utamanya adalah tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan mengisinya dengan aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, sebab jika tidak, maka kerugian dan kecelakaanlah yang menanti mereka. Imam Syafi'i menilai surah ini sebagai salah satu surah yang paling sempurna petunjuknya. Menurut Syafi'i: “Seandainya umat Islam memikirkan kandungan surah ini, niscaya (petunjuk-petunjuknya) mencukupi mereka.

3. Surat Al-Humazah

Tema utamanya adalah ancaman terhadap siapa pun yang melakukan pelecehan serta membawa rumor yang mengakibatkan gangguan kepada kaum muslimin secara khusus dan masyarakat secara umum. Ia mengecam mereka yang sering mengumpat dan mencela orang lain, yang menimbun-nimbun harta, seakan-akan dengan penimbunan itu ia akan dapat kekal hidup di dunia ini.

Menurut al-Biqa‘i tujuan utamanya adalah menjelaskan siapa yang paling rugi yang dilengahkan oleh at-Takatsur yakni yang bersaing secara tidak sehat, memperbanyak harta yang sangat jelas kerugiannya pada hari Kiamat.

4. Surat Al-Fiil

Tema utamanya adalah uraian tentang kegagalan upaya ekspansi yang dilakukan oleh Abrahah al-Asyram al-Habasyi dengan pasukan bergajahnya yang dikerahkan dari arah Yaman menuju Makkah untuk menghancurkan Ka'bah. Al-Biqa‘i berpendapat bahwa tujuan utama surah ini adalah pembuktian tentang kebenaran uraian pada akhir surah yang lalu menyangkut kebinasaan para pendurhaka.

5. Surat Al-Quraisy

Tujuan utama surah ini adalah mengingatkan suku yang paling berpengaruh di Mekah—suku Quraisy—tentang betapa besar nikmat Allah kepada mereka yang mestinya mereka syukuri dengan jalan mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Menurut al-Biqa‘i tujuan utama surah ini adalah membuktikan lawan dari apa yang ditunjuk oleh surah al-Fil yang lalu di mana dibuktikan kebinasaan mereka yang durhaka dan angkuh. Dalam surah ini diuraikan betapa sejahtera mereka yang taat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga: Ramadhan Momentum Menata dan Perbaiki Kualitas Diri

6. Surat Al-Maun

Tema utamanya adalah kecaman terhadap mereka yang mengingkari keniscayaan Kiamat dan yang tidak memperhatikan substansi shalatnya. Menurut al-Biqa'i, tujuan utamanya adalah peringatan bahwa pengingkaran terhadap hari Kebangkitan merupakan sumber dari segala kejahatan, karena dia mendorong yang bersangkutan untuk melakukan aneka akhlak yang buruk serta melecehkan aneka kebajikan.

7. Surat Al-Kautsar

Tema utama surah ini adalah uraian tentang anugerah Allah kepada Rasulullah serta kecelakaan yang akan menimpa lawan-lawan beliau. Al-Biqa‘i —yang juga menggarisbawahi tema serupa— menyatakan bahwa itu dapat dilihat dengan jelas pada namanya al-Kautsar dan an-Nafar, yakni penyembelihan unta yang merupakan puncak kemurahan dan anugerah di kalangan masyarakat Arab.

8. Surat Al-Kafirun

Tema utamanya adalah penolakan usul kaum musyrikin untuk penyatuan ajaran agama dalam rangka mencapai kompromi, sambil mengajak agar masing-masing melaksanakan ajaran agama dan kepercayaannya tanpa saling mengganggu.

9. Surat An-Nashr

Tema utamanya adalah berita gembira tentang kemenangan yang akan diraih Rasulullah dan berbondongnya masyarakat memeluk agama Islam; di sisi lain hal ini mengisyaratkan selesainya tugas Rasulullah Saw dan dengan demikian surah ini menginformasikan dekatnya ajal Rasulullah.

10. Surat Al-Lahab

Tema utama bahkan satu-satunya tema yang dibicarakannya adalah tentang kebinasaan yang akan dialami oleh salah seorang tokoh utama kaum musyrikin, yaitu Abu Lahab. Uraian menyangkut kebinasaan istrinya adalah bagian dari siksa yang akan dialami oleh Abu Lahab itu. Al-Biqa‘i menegaskan bahwa tujuan utama surah ini adalah memastikan kerugian sang kafir walaupun dia adalah orang yang paling dekat hubungan kekerabatannya kepada manusia yang paling beruntung (Nabi Muhammad Saw).

Baca Juga: Mengenal Ragam Teknologi Canggih Ramah Lingkungan di Masjid Istiqlal

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)