LANGIT7.ID, Jakarta - Panitia Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada membuat heboh publik terkait susunan pembicara yang akan mengisi ceramah Ramadhan 1443 H. Itu sudah membudaya dalam agenda tahunan dari Masjid UGM.
Ramadhan di Masjid Kampus (RDK) UGM sangat menarik, karena panitia mampu menjadi salah satu contoh corak transformasi masjid sebagai rumah peradaban. Berbagai macam isu dibicarakan di masjid ini seperti persoalan sosial, serta agenda-agenda perubahan yang berangkat dari kesadaran umat Islam.
Ketua Panitia Ramadhan di Masjid Kampus, Indra Okta, membeberkan beberapa agenda di Masjid UGM di antaranya SAMUDRA (Safari Ilmu di Bulan Ramadhan) atau Kajian Bakda Asar, Nuzulul Quran, Ceramah Bakda Shubuh, Ceramah Tarawih, Ramadhan Inspiring Talk, dan pembagian makanan buka bersama bakda SAMUDRA.
Baca juga: Jangan Usir Anak-anak yang Ribut di MasjidMasjid UGM menjadi potret rumah peradaban juga tercermin dari penceramah tarawih. Total ada 27 pembicara yang merupakan tokoh-tokoh nasional, mulai dari Gubernur hingga menteri.
Di antara nama-nama itu, terdapat Mahfud MD, Lukman Hakim Saifuddin, Mochammad Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Anies Rasyid Baswedan, Nadiem Anwar Makarim, Sri Sultan Hamengkubuwono, Sandiaga Salahhudin Uno, Yahya Cholil Staquf, hingga Hamid Fahmy Zarkasyi.
“Alhamdulillah, antusiasme civitas akademika UGM dan masyarakat luas terhadap pembicara-pembicara yang diundang ke kegiatan Ramadhan di Kampus tahun ini sangat besar. Kami bersyukur publik menyambut baik langkah kami untuk menghadirkan RDK secara
offline lagi setelah 2 tahun terakhir ini dilaksanakan secara
full online,” kata Okta kepada LANGIT7.ID, Jumat (8/4/2022).
Masjid UGM tak hanya mengangkat tema keagamaan, sebagaimana tercermin dari para pembicara. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, misalnya. Dia memotivasi para mahasiswa agar tidak gampang menyerah saat menghadapi masalah.
"Ketika kita aktif di lingkungan kampus dan organisasi, kita sebenarnya dilatih dengan cara terus dipertemukan dengan masalah, dilatih untuk berpikir sistematis, dilatih berpikir terstruktur dan dilatih berorientasi solusi, semua proses itu berjalan tanpa kita sadari," kata Anies.
Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan isu sosial yang sempat ramai di tengah masyarakat, yakni masalah minyak goreng. Dia mengaku, sejak Januari 2022, mendapat aduan dari masyarakat terkait masalah itu.
“Jadi sampai hari ini, sudah ada 115 aduan ke kanal Laporgub terkait minyak goreng. Tak hanya aduan online, setiap bertemu warga apalagi emak-emak itu, mengeluhnya satu (hal saja) sekarang, minyak goreng. Semua protes ke saya,” tutur Ganjar.
Baca juga: Keutamaan Waktu Jelang Berbuka, Doa Cepat DikabulkanGubernur Jawa Barat, Ridwa Kamil, berkelakar hingga menyerempet ke urusan politik. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku mengetahui diundang jadi penceramah melaui undangan yang diunggah di media sosial.
Setelah itu, Emil langsung menghubungi ajudan untuk membatalkan agenda di Jawa Barat. Dia memutuskan mengisi ceramah di Masjid Kampus UGM. Dia merasa tidak enak hati jika harus menolak undangan dari Masjid UGM.
Emil lalu berseloroh, jika ia menolak, akankan berpengaruh pada perolehan suara pada Pemilu ke depan. “Kalau saya menolak saya enggak enak, kalau enggak dicoblos gimana?” Kelakar Emil disertai tawa jamaah.
(jqf)