LANGIT7.ID, Jakarta - Pelatih Kepala Timnas U-16 Bima Sakti Tukiman memiliki kiat khusus dalam memberikan latihan kepada pemain.
Bima Sakti mengatakan, melatih pemain berusia 15 tahun ini tantangan lebih berat karena ibarat seperti membangun rumah. Pelatih harus membentuk pondasi yang kuat agar karir mereka secara berjenjang ke U-19, ke-23 dan senior pondasinya kuat, baik mental dan
attitude (sikap).
“Kita memperhatikan mereka, juga di luar lapangan. Usia 15 tahun, golden age, edukasi pembelajaran, di luar sepak bola itu sangat penting. Itu yang masuk hati sanubari mereka. Itu yang akan diingat. Kalau diberi tahu di usia 20 tahun, agak sulit,” kata Bima Sakti di kanal Youtube Capt Hamka dikutip Jumat (8/4).
Baca juga: Shin Tae-yong Panggil 29 Pemain untuk Persiapan SEA Games 2021Tim pelatih perlu juga mengetahui kondisi latar belakang orang tuanya, sebelum memberikan teguran, harus lihat latar belakang. Bahkan, Bima Sakti pernah datang ke salah satu pemainya di Mojokerto, tanpa sepengetahuan pemain, karena masih TC dan tanpa sepengetahuan orang tua.
“Kalau kita kasih tahu mau datang, kasihan. Kan ada yang dari keluarga yang mampu dan tidak mampu. Merepotkan juga, jika yang tidak ada diada-adain,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta izin kepada orang tuanya, untuk ke kamar pemain dan Bima sangat bersyukur dua pemain yang didatangi kamarnya bagus. Sepatu dan baju dirapikan. rumahnya sederhana.
“Dia bikin jadwal harian bangun jam 04.00 WIB, Shalat Subuh, joging, Shalat Dhuhur, Shalat Ashar, jam 21.00 WIB tidur. Saya datang ke masjidnya, saya tanya salat tidak lima waktu. Pengurus masjid bilang benar, anaknya rajin,” ceritanya.
Yang membedakan Bima Sakti dengan pelatih pada umumnya, ia menerapkan aturan yang tidak biasa. Salah satunya mengenai kewajiban menjalankan salat berjamaah yang melibatkan pemain, ofisial dan pelatih, dan dan memberikan sanksi bagi yang tidak shalat sama sekali.
“Setelah kita shalat, segala sesuatu selama TC semua lancar. Mohon maaf. Ada sanksi juga, termasuk kita pelatih. Kalau kita terlambat latihan denda Rp50 ribu. Kalau tidak shalat sama sekali itu denda Rp100 ribu,” ujarnya.
Baca juga: Belum Bersinar di Ansan Greeners, Ini Motivasi Shin Tae-yong untuk AsnawiUntuk pemain nonmuslim, ibadahnya dikoordinatori oleh pelatih Indriyanto Nugroho. Sebelum pandemi lalu, menggunakan kendaraan operasioal, setiap hari minggu pemain yang nasrani diantar ke gereja dengan mengambil jam pertama, karena jam 10.00 WIB giliran pemain beragama Hindu dari Bali diantari ke Pura.
Hasilnya pun sudah terlihat pada sebagian mantan pemainnya di Timnas U-16 yang saat ini mengikuti TC di Korea Selatan. Seperti Marselino Ferdinan, Ronaldo Kwateh, Alexsander Kamaru. Informasi yang Bima Sakti dapat dari beberapa ofisial yang pernah bekerjasama, ada peningkatan dalam banyak hal.
“Agak berbeda terutama disiplin dan respek. Di usia muda beri asupan yang baik-baik, karena mereka mencontoh apa yang dilihat. Kalau kita ngomong saja, tidak gampang masuknya,” ujarnya.
Timnas U-16 pada tahun ini akan mengikuti sejumlah event yakni pada 31 Juli-13 Agustus 2022 ada Piala AFF U-16 dan Indonesia tuan rumah. Kemudian pada 1 Oktober - 9 Oktober kualifikasi Piala Asia U-17, tuan rumah belum ditentukan dan bulan Desember ada Youth Game di China.
Tim pelatih sudah melakukan penjaringan pemain dari Elite Pro Academy Liga 1 musim lalu, dari Piala Soeratin, dan seleksi di 34 Asprov PSSI di Indonesia dengan sistem home tournament. Markus Horison talent scouting ke Aceh, Bima Sakti ke Pontianak, Indriyanto Nugroho ke Maluku dan Firman Utina di Palu.
(sof)