LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2022 mencapai 85 juta orang. Ini merupakan kali pertama pemerintah membolehkan
mudik Lebaran setelah dua tahun terakhir dilarang akibat pandemi Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, kepolisian mengerahkan ratusan ribu personel untuk mengawal jalannya arus mudik Lebaran 2022. Jajaran kepolisian mulai dari Mabes
Polri hingga Polda akan disiagakan kala mudik tiba. "166.743 (personel) Mabes, Polda dan instansi terkait lainnya,” ujar Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi, Rabu (13/4/2022).
Baca Juga: Mudik Gratis Jasa Raharja, Ini Cara Daftar dan SyaratnyaMeski demikian, Kombes Pol Eddy belum merinci sistem pengawalan yang akan diterapkan oleh kepolisian. Namun, langkah ini sebagai salah satu antisipasi kemacetan pada puncak arus mudik. "Untuk mudik puncaknya tanggal 29 dan 30, sedangkan baliknya tanggal 7 dan 8," katanya.
Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan ada beberapa titik wilayah yang dapat berpotensi terjadi kemacetan. Di antaranya jalur arteri hingga tempat wisata.
Baca Juga: Ketua DPR Ingatkan Pengusaha untuk Penuhi THR Pekerja"Titik-titik potensi kemacetan tetap ada di ruas jalur arteri atau nasional,
tol dan wisata. Namun demikian, Polri sudah menyiapkan skema cara bertindaknya," tuturnya.
Selain itu, polisi juga melakukan upaya buka tutup serta contra flow pada arus tol. Hal itu guna menghindari penumpukan pada rest area maupun di jalur tol. "Untuk rest area kita siapkan CB (cara bertindak) buka tutup dan contra flow,” ucap Kombes Pol Eddy.
Baca Juga:
Kemenhub Siapkan Mudik Gratis 2022 ke Jawa Barat dan Jawa Tengah
Siap-siap Mudik, Ini Daftar Lengkap Tarif Tol Trans-Jawa(asf)