LANGIT7.ID, Jakarta - Kyrie Irving berhasil mengantarkan Brooklyn Nets menang atas Cleveland Cavaliers dengan skor 115-108, dalam play-in Wilayah Timur NBA, Rabu (14/4/2022).
Namun, bukan hanya aksi gemilang Irving di lapangan yang menjadi sorotan. Dalam sesi wawancara, dia secara terang-terangan mengaku bangga menjadi seorang muslim yang menjalankan ibadah.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan klaim beberapa media lokal di Amerika Serikat, yang menyebut Irving menjalankan syariat Islam secara sembunyi-sembunyi. Faktanya, Irving ‘merayakan’ dan ‘bersukacita’ atas status muslim tersebut.
Hal tersebut terlihat saat Irving menjawab pertanyaan perihal dirinya yang tampil gemilang saat berpuasa. Itu di luar nalar bagi kebanyakan orang, sebab lapar dan haus menguras energi.
Baca juga: Bersinar di NBA Saat Puasa, Kyrie Irving: Allah Bersama Saya“Allah bersama saya. Saya punya saudara di seluruh dunia yang ikut berpuasa pula,” kata Irving dalam video yang diunggah @bleacherreport. Umat Islam sudah terbiasa beraktivitas meski tengah berpuasa. Mereka berjalan dengan iman, sehingga tidak goyah dengan pengaruh apapun.
“Saya mendapat kesempatan untuk melakukan ini, di arena seperti ini, dan menunjukkan bakat yang telah diberikan oleh Allah kepada saya,” kata Irving. Dia menambahkan, penampilannya produktif karena merangkul “perjalanannya bersama Tuhan."
Penampilan Irving di lapangan mengubah stigma bahwa puasa membuat seorang muslim tidak bisa berprestasi. Justru sebaliknya. Sejak awal Ramadhan, dia mencetak rata-rata 25 poin, 9 assist, dan 6 rebound pada 60 persen tembakan benar, termasuk 98 persen dari garis dalam tujuh pertandingan.
Irving Menginspirasi Pemuda Muslim AmerikaKhaled A. Beydoun, seorang profesor hukum di Wayne State School of Law, mengatakan, Irving membawa pengaruh positif bagi muslim Amerika saat menjadi mualaf pada April 2021 lalu.
Tak hanya itu, pernyataan Irving di media lokal terkait puasa tak menurunkan prestasi dan stamina terus bergema secara mendalam bagi komunitas muslim. Terlebih, umat Islam di Amerika masih berusaha pulih dari islamofobia dan ‘perang melawan terorisme’ tanpa henti yang menyasar muslim.
Pemuda-pemudi muslim Amerika sangat bergembira dengan pernyataan Irving. Mereka memposting video wawancara dan mengunggah foto Irving di sosial media mereka. Mereka juga menyertakan kalimat “Ramadhan Irving” di setiap postingan.
Komunitas muslim di Amerika seolah mencari Pahlawan muslim untuk mengekspresikan keyakinan mereka, terkhusus di bidang olahraga. Irving telah mengisi kekosongan itu dan bergabung dengan atlet muslim yang vokal menggunakan platform untuk menyuarakan keadilan.
Seorang
shooting guard muslimah berhijab kulit hitam untuk tim bola basket wanita, Emmanuel College, menyampaikan rasa haru menonton secara langsung pernyataan Irving di lapangan.
Baca juga: Pelatih Leicester City Ungkap Tantangan Bermain saat Ramadhan“Sebagai pemain bola kulit hitam Muslim sendiri, menonton Irving bermain, saya suka bagaimana dia membawa kesadaran positif terhadap agama, karena dia adalah sosok yang besar. Itu membuat saya sangat bangga, dan mengilhami saya untuk tidak malu dengan siapa saya, seorang Muslim dan pemain bola wanita kulit hitam, yang tidak harus memilih antara apa adanya saya dan hal-hal yang saya sukai,” kata Emmanuel, dikutip laman
Sbnation, Jumat (15/4/2022).
Sajjad Shah, presiden Organisasi Muslim Dunia, juga menyampaikan kebanggan serupa. Dia menyebut Irving telah membawa Kebahagiaan bagi seluruh pemuda muslim di Amerika Serikat.
“Melihat Figur publik seperti Kyrie Irving dengan senang hati memeluk agama Islam, hal itu memberikan kepercayaan diri bagi pemuda Muslim untuk bangga dengan siapa mereka, dan lebih ekspresif tentang siapa mereka,” kata Sajjad Shah.
Irving, tentu saja, adalah salah satu pemain olahraga paling populer di Amerika. Jersey No. 11-nya menjadi baju bola paling populer keenam di NBA, dan sepatu kets Nike miliknya secara konsisten berada di antara penjualan tertinggi.
(jqf)