LANGIT7.ID, Jakarta - Malam 10 hari terakhir Ramadhan jatuh pada Kamis (21/4/2022). Umat Islam disunnahkan melakukan iktikaf, memperbanyak ibadah kepada Allah.
Keutamaan iktikaf adalah mendapat limpahan pahala dari Allah dan berpotensi besar menggapai Malam Qadr atau Lailatul Qadr. Allah akan mengampuni dosa-dosa hambanya yang beriktikaf dengan niat tulus.
Berikut enam hadits Rasulullah mengenai keutamaan iktikaf dan hal-hal yang berkaitan dengan ibadah iktikaf:
1. Bersungguh-sungguh pada 10 Hari Terakhir Ramadhan عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Aisyah berkata: Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya. (HR Muslim).
2. Iktikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan I'tikaf pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadlan. (HR Muslim).
3. Iktikaf Lebih dari 10 Hari عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ كُلَّ رَمَضَانَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
Baca Juga: 5 Masjid di Jakarta yang Nyaman untuk Itikaf Bareng KeluargaDari Abu Hurairah, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beriktikaf sepuluh hari setiap Bulan Ramadhan. Kemudian tatkala pada tahun meninggalnya, beliau melakukan i'tikaf sebanyak dua puluh hari. (HR Abu Dawud).
4. Pahala Orang yang Beriktikaf عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْمُعْتَكِفِ هُوَ يَعْكِفُ الذُّنُوبَ وَيُجْرَى لَهُ مِنْ الْحَسَنَاتِ كَعَامِلِ الْحَسَنَاتِ كُلِّهَا
Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkaitan dengan orang yang beri'tikaf: "Ia berdiam diri dari dosa-dosa dan dialirkan baginya kebaikan seperti orang yang melakukan semua kebaikan. (HR Abu Dawud).
5. Mencari Tempat Iktikaf عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا اعْتَكَفَ طُرِحَ لَهُ فِرَاشُهُ أَوْ يُوضَعُ لَهُ سَرِيرُهُ وَرَاءَ أُسْطُوَانَةِ التَّوْبَةِ
Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila melakukan i'tikaf kasurnya dibentangkan, atau tempat tidurnya diletakkan di belakang tiang At taubah. (HR Ibnu Majah).
6. Tidak Keluar dari Tempat Iktikaf untuk Suatu Keperluan عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ وَعَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كُنْتُ لَأَدْخُلُ الْبَيْتَ لِلْحَاجَةِ وَالْمَرِيضُ فِيهِ فَمَا أَسْأَلُ عَنْهُ إِلَّا وَأَنَا مَارَّةٌ قَالَتْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةٍ إِذَا كَانُوا مُعْتَكِفِينَ
Dari Urwah Ibnu Az Zubair dan Amrah binti 'Abdurrahman bahwa Aisyah berkata, "Aku tidak masuk ke dalam rumah selain untuk suatu kebutuhan, di dalam ada orang yang sakit, dan aku hanya berlalu tanpa bertanya apapun. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika mereka sedang beri'tikaf, beliau tidak masuk ke dalam rumah kecuali jika ada keperluan. (HR Ibnu Majah).
Baca Juga: Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang yang Selamat dari Perang Dunia II(zhd)