LANGIT7.ID, Jakarta - Orang tua harus bisa mengenali ciri
anak hiperaktif. Salah satutanda keanehannya yakni anak tidak bisa diam dan selalu bergerak tanpa terkontrol.
Dokter Spesialis Anak dari Universitas Diponogoro (Undip), Tun Paksi Sareharto menjelaskan, anak hiperaktif memiliki keinginan untuk terus bergerak.
Parahnya, perilaku tersebut dapat membuatnya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari atau mengganggu interaksi dengan temannya.
"Kalau hiperaktif normal, anak masih bisa diam ketika dia diharuskan untuk diam. Tetapi kita juga harus tahu hiperaktif yang kelainan," kata Tun Paksi dikutip Senin (18/4/2022).
Baca Juga: Jangan Larang Anak-Anak Datang ke Masjid, Pahami Pesan RasulullahDia mengatakan, tanda hiperaktif yang kelainan dapat dilihat, misalnya anak berjalan ke sana kemari sampai menabrak-nabrak. Lalu jahil berlebihan, tidak bisa diam dan bergerak berulang-ulang tanpa maksud.
Dia mengimbau bagi orang tua yang melihat anaknya tampak hiperaktif, agar segera memeriksakannya ke dokter anak, sehingga dapat diketahui apakah si anak hiperaktif normal atau tidak normal.
"Kalau didiagnosis autis, akan dilakukan terapi perilaku atau behavioral therapy," katanya.
Adapun bagi anak autis biasanya terjadi keterlambatan bicara. Untuk itu, dianjurkan untuk melalukan terapi anak autis sedini mungkin.
Dia menambahkan, orang tua harus tanggap ketika terjadi keanehan pada anak. Deteksi dini akan cukup membantu untuk melakukan perbaikan cepat, serta diharapkan dapat masuk di sekolah umum.
"Anak-anak usia balita terkadang memang sangat aktif, karena perkembangan motorik halus dan kasarnya masih berkembang. Jadi memang butuh banyak bergerak."
"Tapi kalau ada perilaku yang aneh atau diulang-ulang, tidak bisa berinteraksi dengan orang lain, misalnya tidak ada kontak mata, tidak melihat lawan bicara, tidak menyahut, itu mesti diwaspadai," katanya.
(bal)