LANGIT7.ID, Jakarta - Orang tua diminta jangan melarang
anak-anak untuk datang ke masjid. Mereka sejak dini harus mengenal baitullah agar nanti menjadi generasi pecinta
masjid.
Pendakwah,
Buya Yahya mengatakan, Nabi Muhammad SAW, memang berpesan agar menjauhkan orang gila dan anak-anak dari masjid, tapi maknanya harus ditangkap dengan cermat.
"Kalau asal tangkap, khawatirnya orang tua tidak pernah mengajak anaknya ke masjid. Tapi yang dimaksud adalah anak-anak yang belum bisa diarahkan, dan bakal mengganggu jemaah masjid beribadah," katanya dikanal YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Kamis (14/4/2022).
Baca Juga: 5 Masjid di Jakarta yang Nyaman untuk I'tikaf Bareng KeluargaTujuannya, lanjut dia, untuk menghindari ketidaknyamanan orang sholat di masjid. Adapun anak-anak yang sudah mengerti ketika diarahkan atau berusia sekitar 7 tahun, perlu dididik dengan benar.
"Artinya semua tergantung dari kepandaian dan ketangkasan kita dalam mendidik mereka," ujarnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini mengatakan, bagi anak-anak yang mendapat teguran juga tidak boleh berpikir negatif, dan perlu mengerti maksud dari teguran orang tua.
"Jadi anak kecil, maksud orang tua kita adalah agar kita menjaga masjid dari hiruk-pikuknya anak kecil, maka kita harus positif thinking kepada siapapun," ungkapnya.
Dia menegaskan, mendidik anak, termasuk ketika meramaikan masjid bukan hanya tugas dari pengurus masjid. Perlu andil dari orang tua anak yang harus bisa mendisiplinkan anaknya.
"Jadi buat program ramaikan masjid, tidak hanya anak-anaknya, tapi juga bapak-bapaknya datang ke masjid. Siapa tahu anaknya akan diam. Jangan-jangan masalah ini terjadi karena hanya anaknya yang ke masjid, sementara orang tuanya tidak," ungkapnya.
Dia berharap, anak mendapatkan contoh langsung dari orang tua. Sehingga dapat mengikuti rangkaian ibadah di masjid dengan tertib.
"Kalau anak-anak ramai di situ sehingga membuat gara-gara, seperti menabuh bedug belum waktunya, kemudian merusak microphone, dan sebagainya Itu adalah kesalahan kita sebagai orangtua yang tidak mendidik mereka dengan benar," tegasnya.
Kendati demikian, Buya Yahya berpesan agar anak-anak tetap dapat dibiasakan untuk datang ke masjid. Asalkan mereka menciptakan kenyamanan dan tidak mengganggu ibadah orang lain.
"Jadi harus ada program, main pun diarahkan. Bukan sekadar kita marahi, ditakutkan akan membuatnya berpikir bahwa masjid menjadi tempat yang tidak menarik untuk mereka," katanya.
(bal)