LANGIT7.ID - Era Industri 4.0 menuntut setiap sektor melakukan digitalisasi, termasuk pesantren. Namun ada beberapa kendala yang kerap dihadapi pesantren seperti konektivitas internet terbatas, tidak bisa menghadirkan informasi pesantren secara digital, dan sistem belajar konvensional. Program Pesantren Go Digital lahir untuk menjadi jawaban atas persoalan tersebut.
Pesantren Go Digital merupakan solusi yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia untuk digitalisasi segmen lembaga pesantren. Program itu menawarkan berbagai fitur dan solusi seperti sarana informasi, edukasi, kartu santri, website builder, dakwah digital, platform belajar digital, hingga
e-commerce, konektivitas, hingga pengembangan masyarakat.
Mengutip laman resmi Pesantren Go Digital, fitur kartu santri akan memudahkan administrasi dan transaksi santri di lingkungan pesantren seperti identitas digital, alat pembayaran digital, top up saldo, monitoring oleh orang tua, dan device terminal user.
Sementara fitur Website Builder mendorong pesantren mendesain website sendiri dengan berbagai
template yang mudah digunakan diantaranya profil pesantren, kegiatan pesantren, berita pesantren, live streaming dakwah, pembelajaran digital, dan toko online.
Lalu fitur
E-Commerce, akan memasarkan produk unggulan pesantren secara online maupun offline. Layanan ini meliputi pembuatan toko online, solusi pembayaran
cashless, aplikasi kasir digital, pelatihan UMKM, pengembangan UMKM dan
online feature integration.
Kemudian, layanan dakwah digital menjadikan santri sebagai kontributor eksklusif untuk menyampaikan dakwahnya melalui aplikasi
Muslim Life. Ini juga meliputi edukasi yang akan membantu pesantren meningkatkan kualitas pendidikan dengan
digital learning seperti manajemen data sekolah, ujian online, buku digital, video pembelajaran, fitur absensi, dan rivia informasi pendidikan.
Pesantren Go Digital juga mendukung pesantren menjangkau lebih banyak jamaah dimanapun dan kapanpun. Layanan ini meliputi
live streaming, jaringan internet,
wifi corner,
unlimited access, dan
unlimited bandwidth.
Pesantren Go Digital adalah salah satu program Telkom Indonesia melalui Indonesia Digital Network yang bisa menghadirkan jaringan internet andal untuk mendukung perkembangan ekonomi digital di Tanah Air. Di dalamnya ada fiber optik sepanjang 164.912 km dari Sabang sampai Merauke, ini setara empat kali keliling bumi.
Indonesia Digital Network mencakup cakupan layanan internet 99 persen dari populasi Indonesia, kehadiran 219.323 BTS. Telkomsel juga dengan jangkauan 99 persen populasi, 10,1 juta Optical Port yang saat ini melayani 381.280 wifi.id dan 32,51 juta pengguna Indihome.
Jaringan fiber optik (FO) sepanjang empat kali keliling bumi terdiri dari FO domestik 100.212 km FO internasional 64.700 km, dan menjangkau 458 Ibukota Kabupaten dan Kota. Kemudian, ada 22 Data Center seluas 106,9 ribu meter2 terdiri 5 Data Center termasuk 1 tier 4 di luar negeri, 3 Data Center di dalam negeri, serta 14 Data Center neuCentrix di dalam negeri.
Selain sarana fisik, Telkom pun menyediakan platform digital seperti Big Data & Analytics, API Factory, Internet of Things, Cloud Computing, Customer Engagement, dan Ecosystem. Ada juga layanan terbaru untuk mendukung ekonomi syariah di Indonesia adalah penyediaan layanan syariah LinkAja sebagai sistem pembayaran digital berbasis syariah.
Pada Mei 2021, sudah 500 lebih pesantren di Indonesia yang go online setelah mengikuti program Pesantren go Digital dari DXB (Digital & Next Business) PT Telkom. Data tersebut juga mencakup pendaftaran Kartu Santri oleh 11.920 santri hanya dari 13 pesantren.
Telkom mengaku tidak akan berhenti sampai semua pesantren di Indonesia menerapkan sistem
online. Selain itu, Telkom menargetkan seluruh pesantren di Indonesia bisa mencapai target melakukan transaksi
cashless melalui Kartu Santri. Kedua targetan tersebut dilakukan dengan mendukung program Ureka Mart serta melakukan piloting Kartu Santri di Koperasi Umat Rejaning Karyo Jamaah (Ureka) di bawah bimbingan ulama kharismatik asal Jateng, Habib Luthfi bin Yahya.
(jqf)