LANGIT7.ID, Magelang - Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang KH M Yusuf Chudlori memiliki pandangan bahwa ada konteks yang diperbolehkan dan tidak dibolehkan, dalam membuka warung selama bulan Ramadan.
Membuka warung selama bulan suci Ramadan tidak bisa disamakan, bahwa semua itu bisa dikatakan melanggar dalam Islam atau sebagai bentuk tidak menghormati seseorang yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Soal warung buka siang hari di waktu Ramadan, Ini tidak bisa digebyah uyah. Dos pundi (bagaimana) hukum buka warung di siang hari,
angsal nopo mboten (boleh atau tidak). Ya lihat-lihat,” kata KH Yusuf Chudlori, dikutip dari kanal Youtube Fast FM, Senin (18/4/2022).
Baca juga: Hukum Tukar Uang Lama dengan Uang Baru Jelang LebaranGus Yusuf menuturkan, jika warung itu buka di tengah-tengah desa, semua orangnya beragama islam, tidak ada musafir, tidak ada nonmuslim, buka dan kemudian melayai orang yang membeli di sana dan yang membeli punya kewajban menjalankan puasa Ramadan.
“
Sing nulungi wong-wong maksiat (menolong orang maksiat). Berarti buka warung ya dosa,” ucapnya.
Berbeda konteksnya ketika buka warung di terminal, yang banyak orang yang tidak punya kewajiban puasa. Banyak musafir dan bisa menolong musafir. Kemudian buka warung di jalur mudik, karena bakal banyak orang yang mudik
“
Aja diopyak-opyak lah, niate kanggo wong sing ora puasa (Jangan di ganggu karena memang niatnya menolong orang yang tidak puasa). Atau buka warung yang banyak nonmuslim, ya tidak masalah. Jangan
digebyah uyah kon tutup,” ucapnya.
Kemudian yang cukup marak saat Ramadan tiba adalah ajakan untuk menghormati orang yang puasa Ramadan.
Menurut Gus Yusuf, sekarang orang ibadah tidak hanya ingin dilihat, tapi ada orang ibadah yang ingin dihormati, yakni ibadah puasa. Ini menjadi hal yang aneh. Bahkan, di Jalan-jalan banyak dipasang spanduk, “Hormatilah orang puasa, hormatilah puasa Ramadan.
Baca juga: Pedagang Boleh Posting Foto Makanan saat Ramadhan, Syaratnya...“
Sing masang siapa, wong islam dewe (yang masang siapa? umat Islam sendiri).
Ha lak lucu to (kan lucu).
Wong sampeyan sing poso kok njaluk dihormati (kamu yang puasa kok minta dihormati). Puasa itu adalah ibadah yang sangat rahasia, hanya urusan kita dengan Allah SWT,” beber Gus Yusuf yang juga Ketua DPW PKB Jateng tersebut.
(sof)