LANGIT7.ID, Langsa - Desa Wisata Cinta Raja memiliki potensi begitu besar bagi wisata alam serta menjadi destinasi yang spesial, karena memiliki keunikan satwa yaitu burung-burung yang bermigrasi dari berbagai benua di dunia.
Dengan berjarak tempuh sekitar 15 menit dari Kota Langsa, Desa Wisata Cinta Raja sering dijadikan sebagai lokasi persinggahan burung-burung unik.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Wisata Cinta Raja, Langsa, Aceh, di mana potensi wisata alam yang ada perlu dikelola dengan baik, serta peningkatan kelengkapan amenitas, dan akselebilitas yang diperlukan.
Baca juga: Tower Mangrove Forest Park Langsa jadi Ikon Pariwisata Baru di Aceh“Penambahan atraksi melalui event-event yang menarik dengan harapan, potensi yang telah ada di Desa Cinta Raja dapat semakin meningkat dan berkembang,” ujar Sandiaga dikutip Senin (18/4/2022).
"Saya melihat kalau ini dikelola dengan baik seperti ini, ditambah dengan amenitas dan aksesibilitas yang lebih baik serta atraksi tambahan melalui event-event, desa ini bisa menjadi destinasi unggulan. Karena menurut saya, kegiatan bird watching di Desa Cinta Raja ini adalah bentuk best practice dari ecotourism," kata Sandiaga.
Sandiaga juga menilai Desa Wisata Cinta Raja memiliki potensi produk ekonomi kreatif di subsektor fesyen, kuliner, dan kriya. Sehingga dia turut mendorong masyarakat yang ingin berkunjung ke Desa Wisata Cinta Raja untuk membeli produk-produk UMKM karya masyarakat setempat.
"Karena di sinilah tumbuhnya lapangan kerja, sekitar 97 persen lapangan kerja di Indonesia berasal dari sektor ekonomi kreatif. Jadi selain kita lihat-lihat burung di sini, kita juga beli produk-produk ekonomi kreatif," katanya.
Baca juga: Kemenparekraf Dukung Pemda Papua Barat Kembangkan Pariwisata dan EkrafWali Kota Langsa, Usman Abdullah mengatakan potensi yang ada di Desa Wisata Cinta Raja menjadi aset yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Sehingga, Usman mengajak warga masyarakat, perangkat desa, dan forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bersama-sama menjaga potensi alam yang ada di desa ini.
"Apabila ini dikelola dengan baik, maka masyarakat desa ini akan mendapatkan multiplier effect kepada masyarakat sekitar," kata Usman.
(sof)