LANGIT7.ID, Jakarta - Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam membangkitkan gairah event daerah dengan mempromosikan destinasi daerah, meningkatkan kunjungan wisata, serta memberdayakan potensi lokal.
Direktur Event Daerah, Reza Fahlevi menjelaskan KEN 2022 menjadi kumpulan berbagai event berkualitas dari 34 provinsi di Indonesia sebagai strategi kolaborasi melalui penyelenggaraan kegiatan berkualitas.
“Pelaksanaan KEN 2022 diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan prinsip berkelanjutan yang tepat manfaat, sasaran, dan waktu,” ujarnya dalam keterangannya Rabu (20/4/2022).
Baca juga: Kharisma Event Nusantara jadi Ajang Promosi Destinasi Pariwisata DaerahReza menuturkan, pengumpulan KEN 2022 dimulai pada Desember 2021 hingga Januari 2022 melalui rapat koordinasi untuk menentukan kriteria dengan melibatkan langsung 34 Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan penyelenggaran event.
Selanjutnya tahap kurasi dengan melihat persyaratan yang telah ditentukan, antara lain misalnya sebuah kegiatan paling tidak telah diselenggarakan sebanyak 3 kali.
"Terakhir, kami melaksanakan rapat pleno pada 18 Februari 2022 untuk pemilihan dan penetapan 110 event yang lolos pada tahap I dan tahap II. Total event KEN 2022 yang diusulkan ada 319 event dengan 10 event per provinsi,” kata Reza.
Menurut Reza, dalam menciptakan keberhasilan pada sebuah event dibutuhkan pertimbangan matang dalam memilih komposisi dari kegiatan inti, acara hiburan, hingga agenda pendukung lainnya yang akan ada di dalamnya.
“Untuk kelancaran KEN 2022, Kemenparekraf telah mempunyai juknis pendukungan event dalam Juknis yang telah disampaikan bentuk dukungan Kemenparekraf dalam beberapa komponen, yaitu perencanaan dan pendampingan kegiatan, sarana dan prasarana kegiatan, pengisi acara, promosi kegiatan, pelaksanaan kegiatan, serta riset dan data kegiatan,” ungkap Reza.
Reza mengatakan dalam pelaksanaan KEN 2022 telah disusun buku Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan, buku tersebut disusun bersama Kementerian Kesehatan, Polri, Satga, Asosiasi Event dan Penyelenggaraan Event mengingat pelaksanaan tersebut masih berada di tengah kondisi pandemi tentu tetap harus memperhatikan CHSE dan protokol kesehatan.
“Tahun 2021, panduan dari buku ini juga sudah disosialisasikan dalam program CERPEN (Cerita Protokol CHSE Event) di media lokal dengan mengundang Perwakilan Polda, Satgas daerah, serta pemda sebagai narasumber,” katanya.
Baca juga: Menparekraf Ajak Industri Pariwisata Beralih ke DigitalPada 2022, dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali disertai komitmen bersama para penyelenggaraan event, pihaknya sepakat untuk bersama-sama menerapkan protokol kesehatan CHSE sesuai dengan panduan serta dukungan dari semua pihak agar event ini dapat dilaksanakan dengan baik.
“Kami percaya event-event KEN akan memimpin pemulihan ekonomi. Jadi, dengan lebih banyak event di daerah, akan menciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tersebut sehingga dapat menggerakan perekonomian,” ujar Reza
(sof)