Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

Penjelasan KH Jeje Zaenudin: Cara Tayamum di Kendaraan Saat Mudik Lebaran

fajar adhitya Jum'at, 22 April 2022 - 05:00 WIB
Penjelasan KH Jeje Zaenudin: Cara Tayamum di Kendaraan Saat Mudik Lebaran
Ilustrasi mudik lebaran. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pemudik boleh melakukan tayamum untuk menunaikan ibadah shalat wajib dalam perjalanan mudik lebaran Idul Fitri. Tayamum sebagai pengganti wudhu dapat dilakukan bila tidak mendapati air.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Jeje Zaenudin menjelaskan, pada asalnya, hukum tayamum adalah boleh bagi setiap muslim yang akan melaksanakan shalat tetapi tidak dapat bersuci dengan air. Sejumlah keadaan yang membolehkan tayamum adalah saat sakit, safar (bepergian), atau tidak menemukan air.

Mudik lebaran, kata Waketum PP Persis ini termasuk safar yang sulit. Pemudik berhak megambil rukhsah atau keringanan sebab perjalanan jauh ditambah situasi perjalanan yang macet.

Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin: Cintai Ulama dengan Teladani Akhlaknya

“Jika masih memungkinkan mendapat dan menggunakan air, maka yang paling utama adalah bersuci menggunakan air,” ujar KH Jeje kepada Langit7.id via sambungan telepon, Kamis (21/4/2022).

Hanya saja, pendiri Pesantren An-Nahla Al-Islamiy ini menjelaskan, bila pemudik susah mendapatkan air atau susah menggunakannya, maka mengambil kemudahan (rukhshah) diizinkan oleh agama. Sehingga jika tidak bisa beristirahat di tempat yang ada sarana wudhu dan tempat shalat yang memadai, ia dapat berhenti di perjalanan.

“Pemudik bisa berhenti di tempat yang memungkinkan dan aman serta bersih tempatnya, kemudian ia dapat melakukan tayammum dan shalat,” katanya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 855.000 Kursi Penerbangan Selama Periode Mudik 2022

Ketua STAIPI Jakarta ini menjelaskan cara bertayamum dalam perjalanan mudik lebaran di kendaraan. Tayamum dapat dilakukan dengan benda terjangkau yang diyakini padanya ada unsur debu tanah yang bersih, seperti pada batu, dinding, atau pada badan kendaraan maupun kursi kendaraan.

“Sekiranya kemacetan yang parah dan kesulitan yang berat untuk bisa menjangkau air maupun tanah bersih secara langsung, sementara waktu shalat sudah masuk dan bisa berakhir sebelum sampai pada tempat istirahat atau tempat tujuan, ia dapat melakukan tayamum,” tutur Kiai Jeje.

Dewan Redaksi Majalah Risalah ini menambahkan, selama masa perjalanan mudik atau safar, kaum muslimin tetap wajib menjaga tuntunan agama dalam menunaikan ibadah dan muamalah yang baik dan benar. Terutama kewajiban menunaikan puasa selama ia kuat, sehat, dan mampu, menunaikan shalat, berdzkir, dan berdoa di perjalanan.

“Menjaga hak-hak perjalanan pemudik yang lain, saling tolong-menolong, dan tidak membuat kerusakan fasilitas umum yang disiapkan bagi para pemudik,” ujarnya.

Baca Juga: Cegah Radikalisme, Polri dan Pemkab Sleman Gelar FGD Deradikalisasi

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)