LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat Witir merupakan ibadah sunnah dengan jumlah rakaat ganjil, lalu dilaksanakan sebagai penutup shalat. Shalat Witir umumnya dikerjakan usai shalat malam, tahajud dan tarawih.
Rentang waktu setelah Shalat Isya sampai Shalat Subuh cukup panjang. Shalat Witir bisa dikerjakan sebelum dan sesudah tidur. Hal ini berangkat dari hadist yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, Aisyah berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada Abu Bakar, 'Kapan kamu Shalat Witir?', Abu Bakar pun menjawab 'Sebelum tidur', Rasul pun menjawab 'Kamu orang yang berhati-hati'."
"Lalu Rasul bertanya kepada Umar pertanyaan yang sama, 'Kapan kamu shalat witir?' dijawab oleh Umar, 'Setelah bangun tidur'. Rasul pun menjawab 'Kamu orang yang tegas'."
Bila mengacu pada hadist tersebut, Shalat Witir bisa dikerjakan sebelum atau setelah tidur. Keduanya memiliki keistimewaan masing-masing. Namun bila melihat keutamaannya, ada sebagian ulama berpendapat kalau Shalat Witir sebetulnya lebih baik dikerjakan sebelum tidur.
Shalat Witir merupakan ibadah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan. Rasul pun pernah mengatakan, ada tiga hal yang fardhu baginya, di antaranya Shalat Witir. "Ada tiga hal yang fardhu bagiku dan sunnah bagi kalian, yaitu Shalat Witir, bersiwak, dan qiyamul lail." (HR Bukhari dan Muslim).
Meski Shalat Witir lazimnya dikerjakan tiga rakaat, namun mengacu pada prinsip ganjil, shalat sunnah ini pun bisa dikerjakan satu rakaat. Artinya setelah sujud kedua dirakaat pertama dilanjutkan dengan tahiyat akhir dan salam. Walau cuma satu rakaat, asalkan kita rutin mengerjakannya, akan lebih disukai Allah subhanahu wata ala, ketimbang tiga rakaat, namun sesekali saja.
(bal)