LANGIT7.ID-Salat witir adalah salat sunah yang bilangan rakaatnya ganjil, yaitu dari 1 rakat, 3, 5 sampai paling banyak adalah 11 rakaat dalam semalam. Selama bulan Ramadan, salat witir biasanya dikerjakan setelah salat tarawih, sebanyak 3 rakaat dengan dua kali salam.
Kebanyakan ulama sepakat salat witir hukumnya sunah muakkadah, salat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Salat witir termasuk salat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan Beliau mewasiatkan kepada sahabat Abu Hurairah agar selalu melaksanakan salat witir. Dalam sebuah hadis riwayat imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata:
“Kekasihku, Nabi Muhammad SAW mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha dua rakaat dan salat witir sebelum tidur.”
Baca juga: 10 Keutamaan Surat Yasin: Jantungnya Al Quran, Membacanya Dimudahkan UrusanTentang waktu pelaksanaan salat witir ulama fiqih sepakat bahwa pelaksanaannya dimulai setelah melaksanakan salat isya sampai terbitnya fajar subuh.
Dengan demikian, meski sudah tiba waktu salat Isya akan tetapi belum melaksanakan salat isya, maka tidak boleh melaksanakan salat witir.
Hal ini karena waktu salat witir dimulai setelah melaksanakan salat isya, bukan hanya semata waktu salat isya sudah tiba.
Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Penyakit Stroke, Salah Satu Ikhtiar Selain Menerapkan Pola Hidup SehatDalam pelaksanaan salat witir sendiri terdapat kelonggaran sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Bila khawatir tidak mampu melaksanakan di akhir malam, maka hendaknya melaksanakan di awal malam. Namun lebih baik dan lebih utama salat witir dilaksanakan di akhir malam.
Jumlah rakaat salat witir paling sedikit satu rakaat, sedangkan paling banyak adalah sebelas rakaat. Rakaat salat witir harus ganjil dan tidak boleh genap; satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, sembilan rakaat atau sebelas rakaat
Dalil pelaksanaan shalat witir adalah sabda Rasulullah yaitu:
أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ
Artinya: Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil (HR Khuzaimah).
Baca juga: Amalan Malam Jumat, Disunnahkan Membaca Surat Al-KahfiKeutamaan Shalat Witir Ada banyak hadis Rasulullah saw yang menyebutkan keutamaan shalat witir, di antaranya:
إِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاَةٍ هِىَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ، وَهِىَ لَكُمْ مَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْر
Artinya: Sesungguhnya, Allah SWT telah menyediakan kepada kalian semua sebuah salat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu salat witir, dan menjadikannya berada di antara salat Isya’ hingga terbitnya fajar (shadiq) (HR Abu Daud).
Pada hadis tersebut, dengan sangat jelas Allah memberikan waktu secara khusus dan ibadah secara khusus pula, agar umat Islam bisa mendapatkan pahala yang lebih besar dan lebih banyak. Salat witir sebagai pelengkap dan penyempurna bagi ibadah wajib lainnya yang masih belum sempurna.
Baca juga: Selamat dari Utang dan Kefakiran dengan Mencoba Ikhtiar Lewar Surat Al-KahfiBaca juga: Mengusir Hati yang Resah dengan Membaca Ayat KursiBerdasarkan hadis riwayat Imam Nasai, setelah salat witir disunahkan untuk berdoa sebagaimana Nabi Muhammad SAW berdoa. Berikut ini doa setelah salat witir:
سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوس (3) سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subhaanal maliki qudduus (3x) subbuuhun quddusun rabbunaa wa rabbul malaaikati war ruuh(i)
Maha Suci Raja Yang Maha Suci. Kemuliaan bagi Tuhan kami, Tuhan semua malaikat dan roh.(*)
(lam)