LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat Witir disebut sebagai shalat penutup. Ibadah ini umumnya dikerjakan setelah shalat malam atau Tahajud, lalu bagaimana bila dikerjakan setelah Isya?
Hal ini seringkali ditanyakan, yaitu mengenai sholat witir. Apakah dilaksanakan sesudah Shalat Isya, tanpa harus tahajud lebih dulu. Untuk pelaksanaan waktunya, jumhur ulama menyatakan bisa dimulai setelah Isya, batas akhirnya hingga terbit fajar atau Shalat Subuh.
Hal ini berdasarkan hadist diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata: "Pada setiap malam Rasulullah melaksanakan shalat witir di awal malam, pertengahan malam dan akhir malam, maka berakhirlah waktu shalat witir hingga waktu sahur (terbitnya fajar)." (HR. al-Jama’ah).
Baca Juga: Bolehkah Shalat Tahajud bila Sudah Witir? Begini PenjelasannyaLalu, bagaimana bila Shalat Witir dikerjakan tanpa melaksanakan Shalat Tahajud lebih dulu? Ibadah ini bisa dikerjakan bila seandainya merasa khawatir tidak akan melaksanakan shalat witir di tengah atau akhir malam, maka sebaiknya shalat witir dilaksanakan setelah shalat Isya.
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan dari Jabir, dari Nabi beliau bersabda: "Siapa di antaramu khawatir tak akan dapat bangun pada akhir malam, hendaklah Shalat Witir lalu tidur. Dan barang siapa percaya akan dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia shalat witir pada akhir malam itu, sebab akhir malam itu disaksikan malaikat dan hal itu lebih utama." (HR Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: "Rasulullah menganjurkan padaku tiga perkara, puasa tiga hari tiap bulan, (shalat) dua rakaat dhuha dan agar aku kerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR. Muslim).
Saksikan webinar Langit7.id bertema "Muharram Momentum Kebangkitan Ekonomi Umat dari Masjid dan Pesantren". Pendaftaran KLIK DI SINI(bal)