LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat Witir merupakan salah satu ibadah yang disukai Allah subhanahu wata ala karena jumlah rakaatnya yang ganjil. Shalat Witir bisa dikerjakan setelah Shalat Isya sebelum tidur.
Shalat Witir bisa dikerjakan setelah shalat Isya hingga terbit fajar Subuh. Hal ini pun disekapati para ulama atas sejumlah hadist yang menjadi dalil anjuran ibadah tersebut.
Adapun sejumlah hadist tersebut yakni:
1. Hadist dari Aisyahكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ أخرجه مسلم.
Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa salllam shalat antara setelah selesai shalat Isya, yaitu yang disebut oleh orang-orang dengan al-atamah sampai fajar sebelas rakaat dengan salam setiap dua raka'at dan berwitir satu raka’at.
2. Hadits Abu Bushrah al-Ghifâri فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلىَ صَلاَةِ الْفَجْرِ”. أخرجه أحمد.
Maka shalatlah di antara sholat Isya sampai sholat fajar.
3. Perkataan Rasulullahصَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ ؛ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوْتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى .
Shalat malam dua rakaat dua rakaat (dua rakaat salam). Apabila salah seorang di antara kalian khawatir Subuh, maka shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) atas shalatnya.
(bal)