LANGIT7.ID, Jakarta - Bacaan surah shalat witir sebetulnya tidak terikat pada surah-surah tertentu. Namun sejumlah ulama memberikan panduan susunan surah setelah Al Fatihah.
Shalat witir bisa dikerjakan dalam rakaat ganjil minimal satu rakaat. Bilangan shalat tersebut ganjil, bisa dikerjakan setiap dua rakaat salam ditutup dengan satu rakaat salam atau bisa langsung mengerjakannya tiga rakaat salam.
Hukum shalat witir sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan. Batasan waktunya bisa mulai dikerjakan setelah ba'diyah Isya sampai jelang fajar subuh.
Namun sebaik-baik waktu mengerjakan witir adalah pada sepertiga malam terakhir. terkait bacaan shalat witir, sebetulnya tidak terikat pada surah-surah tertentu.
Tapi ada juga ulama yang telah menyusun daftar bacaan surah dalam shalat witir. Berikut bacaan shalat witir menurut Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya, Nihayatuz Zain.
1. Bila 1 rakaatBila mengerjakan Shalat Witir satu rakaat saja dapat membaca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas setelah membaca surat Al Fatihah.
2. Bila 3 RakaatRakaat pertama membaca surah Al A'la. Rakaat kedua setelah Al Fatihah membaca surah Al Kafirun. Lalu pada rakaat ketiga Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.
3. Bila 5 dan 7 Rakaat.Bacaan surah bisa bersambung (washl) dengan satu salam, cara terpisah (fashal) dengan mengerjakan rakaat genap satu salam ditambah satu rakaat satu salam, misalnya 4 rakaat salam plus 1 rakaat salam.
Ataupun bisa juga dengan dua rakaat satu salam (2-1, 2-2-1, dan seterusnya) dan inilah cara yang shalat witir yang lebih utama.
Rakaat pertama atau ganjil membaca Al Qadr, sedangkan rakaat kedua atau genap membaca Al Kafirun. Pada rakaat penutupan shalat membaca Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.
4. Bila 9 dan 11 RakaatPelaksanaanya sama seperti mengerjakan lima dan tujuh rakaat, yakni rakaat pertama membaca Al Qadr dan rakaat kedua membaca Al Kafirun.
Sedangkan bacaan surat pada rakaat kesembilan yaitu membaca surat Al A’la. Pada Rakaat 10 membaca Al Kafirun, ditutup Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas pada rakaat 11.
(bal)