LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah Abu Bakar dan Umar yang berbeda waktu melaksanakan Shalat Witir diceritakan dalam sebuah hadist. Rasulullah pun tak mempermasalahkan perbedaan tersebut.
Abu Bakar mengerjakan Shalat Witir setiap selesai menjalankan ba'diyah Isya. Sementara Umar menjalankannya di sepertiga malam.
Dalam hadist tersebut, Rasulullah menyebut Umar sebagai seorang yang tegas, sementara Abu Bakar merupakan Muslim yang sangat berhati-hati.
Kehati-hatian di sini berarti Abu Bakar sangat khawatir kehilangan ibadah sunnah tersebut, sehingga mengerjakannya di awal waktu. Sementara Umar dianggap tegas karena sudah mantap hatinya untuk bangun saat dini hari.
Shalat Witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang penting. Mungkin rankingnya menduduki peringkat kedua setelah shalat sunnah fajar atau qabliyah subuh.
Shalat Witir merupakan salah satu ibadah yang disukai Allah subhanahu wata ala karena jumlah rakaatnya yang ganjil. Shalat Witir bisa dikerjakan setelah Shalat Isya sebelum tidur.
Adapun sejumlah hadist tersebut yakni:
1. Hadist dari Aisyah"Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa salllam shalat antara setelah selesai shalat Isya, yaitu yang disebut oleh orang-orang dengan al-atamah sampai fajar sebelas rakaat dengan salam setiap dua raka'at dan berwitir satu raka’at."
2. Hadits Abu Bushrah al-Ghifâri"Maka shalatlah di antara sholat Isya sampai sholat fajar."
3. Perkataan Rasulullah"Shalat malam dua rakaat dua rakaat (dua rakaat salam). Apabila salah seorang di antara kalian khawatir Subuh, maka shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) atas shalatnya."
(bal)