LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, menceritakan satu
kisah tawadhu keluarga Umar bin Khattab saat menjadi khalifah. Kisah tersebut terkait pembagian kain yang dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat muslim.
Kala itu, ada pembagian kain kepada seluruh masyarakat. dan semua mendapat jatah yang sama, tidak lebih dan tidak kurang. Namun, ada salah satu orang yang berdiri dan memprotes Umar bin Khattab karena Abdullah bin Umar mendapatkan jatah kain lebih banyak.
“Umar aku cabut taatku kepadamu sebagai rakyatmu sampai engkau bisa menjelaskan kenapa jatah anakmu jauh lebih daripada kami.” Kata Ustadz Asep Sobari menirukan ucapan orang yang memprotes kejadian tersebut.
Baca Juga: Yaumul Marhamah, Hari Kasih Sayang saat Rasulullah Bebaskan MekkahUmar bin Khattab menjawab, “Benar jatah anakku, Abdullah bin Umar, lebih banyak, karena itu jatahku yang kuberikan kepadanya”. Setelah mendengar jawaban Umar, orang itu mengatakan, “Kalau begitu, aku taat lagi kepadamu”.
“Artinya, Umar sendiri sebagai pribadi, jatahnya sama sebagai pembagian dengan umat Islam yang lain,” kata Asep Sobari dalam kajian Sirah Nabawiyah secara daring di Jakarta, Sabtu (25/2/2023).
Kehidupan para pejabat pada masa Umar bin Khattab dan Khulafaur Rasyidin tidak pernah bermewah-mewahan. Mereka tidak pernah memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan jabatan yang diemban. Mereka bertindak sesuai amanah dan tanggungjawab kepemimpinan yang diberikan.
Baca Juga: Teladan Keimanan Abu Bakar As-Shiddiq, Khalifah Pertama Umat Islam“Untuk diri sendiri seperti, apalagi kepada istri dan anggota keluarga lain, tidak pernah mengambil lebih dari jatah yang seharusnya. Tidak ada ceritanya, para pemimpin Islam memperkaya diri sendiri karena jabatan yang dimiliki,” ucap Ustadz Asep Sobari.
Ustadz Asep menjelaskan, para khulafaur Rasyidin menempatkan diri mereka sama seperti umat Islam yang lain dan tidak ada motivasi untuk memperkaya diri sendiri. Mereka menjalankan amanah kepemimpinan sesuai Al Qur’an dan As Sunnah.
“Para
Khulafaur Rasyidin itu, selain tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin, ‘aku adalah bagian dari kaum muslimin. Kalau ada jatah, aku juga mendapatkan jatah yang sama sebagaimana yang dibagikan kepada yang lain’,” ungkap Ustadz Asep.
(jqf)