LANGIT7.ID - , - Islam mengenal Hari Kasih Sayang sebagai
Yaumul Marhamah yang dicetuskan Rasulullah saat pembebasan
Kota Mekkah atau dikenal Fathu Makkah. Rasulullah menyatakan Yaumul Marhamah ketika sekelompok sahabat memekikkan Yaumul Malhamah.
Peristiwa Fathu Makkah terjadi pada 20 Ramadhan 8 Hijriah. Sekitar 10.000 pasukan bergerak dari
Madinah ke Mekkah dan menguasai kota itu tanpa pertumpahan darah sedikitpun.
“
Hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah, wa antum thulaqa…”.
Baca juga: 2 Hal yang Bikin Dakwah Efektif: Ikhlas dan Kasih SayangHari ini bukan hari pembantaian, melainkah hari kasih sayang, dan kalian semua dimaafkan untuk kembali kepada keluarga masing-masing.
Rasulullah membagi pasukan umat Islam menjadi empat kelompok yang akan memasuki Mekkah dari berbagai penjuru. Khalid bin Walid memimpin pasukan untuk memasuki Mekkah dari bagian bawah, Zubair bin Awwam memimpin pasukan memasuki Mekkah bagian atas dari bukit Kada', dan menegakkan bendera di Al-Hajun.
Lalu Abu Ubaidah bin al-Jarrah memimpin pasukan dari tengah-tengah lembah hingga sampai ke Mekkah dan Sa'ad bin Ubadah memimpin orang madinah supaya memasuki Mekkah dari arah sebelah barat.
Baca juga: Tanda Kasih Sayang Allah adalah Kuatkan Hati Hamba-NyaPekikan Yaumul Malhamah atau Hari Pembantaian merupakan hal wajar bagi setiap upaya ekspansi militer. Sehingga Said bin Ubadah memprediksi bahwa itu adalah hari peperangan yang kejam (Hadza yumun yaumul malhamah).
Dilansir laman Cari Ustadz, kegelisahan yang sama juga dituliskan oleh Abu Ja’far al-Thabari atas syair yang dilantunkan oleh Umar bin Salim berikut:
إِنَّ قُرَيْشًا أَخْلَفُوكَ الْمَوْعِدَا … وَنَقَضُوا مِيثَاقَكَ الْمُؤَكَّدَا
وَجَعَلُوا لِي فِي كَدَاءَ رَصَدَا … وَزَعَمُوا أَنْ لَسْتُ أَدْعُو أَحَدَا
وَهُمْ أَذَلُّ وَأَقَلُّ عَدَدَا … هُمْ بَيَّتُونَا بِالْوَتِيرِ هُجَّدَا
Sungguh orang-orang Quraisy yang memusuhimu, mereka menyalahi perjanjian denganmu dan mereka menjadikanku sebagai penghalang, serta mengira bahwa aku bukanlah satu-satunya yang menyeru mereka. Sementara saat ini, mereka dalam keadaan lemah serta jumlah pasukan yang sedikit. Mereka akan terbangun jika mendengar ada keganjilan.
Dari narasi tersebut, kemudian Umar bin Salim menambahkan, maka mereka akan memerangi kami dalam keadaan rukuk dan sujud.
Baca juga: Syaikh Abdullatif: Jaga Nilai Luhur Islam sebagai Agama Penuh Kasih SayangKemudian Rasulullah merespons laporan tersebut dengan bijak. Rasulullah menegaskan bahwa Allah telah mendatangkan pertolongan besar kepadanya untuk tidak ada permusuhan lagi.
Jawaban demikian itu juga diberikan untuk menampik perkataan Said bin Ubadah tadi bahwa hari Fathu Makah bukanlah hari peperangan yang kejam (yamul malhamah), melainkan akan jadi hari kasih sayang (yaumul marhamah).
(est)