Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Teladan Keimanan Abu Bakar As-Shiddiq, Khalifah Pertama Umat Islam

Muhajirin Ahad, 12 Februari 2023 - 22:00 WIB
Teladan Keimanan Abu Bakar As-Shiddiq, Khalifah Pertama Umat Islam
Kaligrafi Abu Bakar (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah SAW pernah bersabda, jika ditimbang iman Abu Bakar dengan seluruh penduduk bumi, maka iman Abu Bakar masih lebih berat. Abu Bakar berasal dari Bani Taim. Dia merupakan seorang tokoh yang dipandang mulia pula di kalangan Quraisy.

Pentadabbur sejarah dan Founder Gen Saladin, Ustadz Edgar Hamas, menjelaskan, Abu Bakar merupakan seorang pedagang, ahli nasab, dan dikenal sebagai orang yang telah menjauhi khamr sejak zaman jahiliyah.

“Abu Bakar dan Nabi Muhammad SAW itu sudah berteman bahkan sebelum Muhammad jadi nabi. Karena lingkaran pebisnis, karena mereka suka berdagang, Muhammad adalah pedagang, dan Abu Bakar pun sudah pedagang,” kata Edgar dalam webinar IQF, dikutip Sabtu (11/2/2023).

Baca Juga: Cari Berkah Hidup, Contoh Semangat Pagi Abu Bakar As-Siddiq

Enam dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar. Mereka adalah Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Para sahabat tersebut memiliki jasa yang besar terhadap dakwah Islam. Sebut saja Abdurrahman bin Auf. Dia dikenal sebagai sahabat yang memiliki keberanian dan kesabaran tinggi, terutama dalam menghadapi cobaan dan tantangan.

Abdurrahman bin Auf juga terkenal sebagai sahabat yang kaya raya dan ekonom muslim. Dia memiliki harta yang sangat besar dan memiliki pemikiran luar biasa dalam hal ekonomi, sehingga membantu memperkuat ekonomi umat Islam pada masa itu.

Baca Juga: Proses Pengumpulan Naskah Al-Qur'an dari Zaman Nabi hingga Utsman

Selain dikenal sebagai khalifah pertama umat Islam setelah Rasulullah meninggal dunia, Abu Bakar juga dikenal dengan berbagai kelebihan. Dia memiliki kedudukan mulia, baik sebelum masuk Islam apalagi setelah memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tersebut.

Abu Bakar menjadi sahabat yang menemani Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah. Dia rela mengorbankan harta bahkan nyawanya demi keselamatan Rasulullah. Ayah dari Ibunda Siti Aisyah ini juga dikenal berbagai kemuliaan lain seperti memiliki sifat pemalu, banyak wara’, memiliki tekad kuat, penyayang, pedagang sukses, tidak minum khamr sejak era jahiliyah, dan tidak menyembah berhala sejak jahiliyah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan, “Manusia terbaik pada umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, lalu Umar.”

Baca Juga: Sosok Sahabat Nabi Abu Bakar, Lakukan Kebaikan Sembunyi-Sembunyi

Berbagai kelebihan Abu Bakar tersebut membuat umat Islam menunjuknya sebagai khalifah pertama untuk memimpin jamaah muslim. Hari Rasulullah SAW wafat disebut sebagai hari terberat dalam sejarah manusia.

“Hari ketika wahyu terputus, para sahabat benar-benar ada dalam kondisi siap-siaga dan membuka semua peluang ijtihad, sehingga banyak ide dan wacana beredar. Kaum Anshar memandang perlunya dua pemimpin untuk masing-masing (kaum Anshar dan Muhajirin). Sementara, kaum Muhajirin memandang umat harus bersatu dalam kepemipinan,” kata Edgar.

Meski pada akhirnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dibaiat menjadi khalifah pertama memegang amanah kepemimpinan umat Islam. Saat menjadi khalifah, setidaknya ada tiga peran utama yang dilakukan oleh Abu Bakar.

Baca Juga: Kisah Awal Mula Abu Bakar Mendapat Gelar As-Shiddiq

Setelah menjadi khalifah, hal pertama yang menjadi perhatian Abu Bakar adalah melaksanakan cita-cita Rasulullah untuk mengirim ekspedisi di bawah pimpinan Usamah bin Zaid ke perbatasan Syiria.

Pasukan Usamah sempat tidak jadi berangkat karena bertepatan dengan wafatnya Rasulullah. Banyak sahabat yang menyarankan agar pasukan tidak diberangkatkan. Namun, Abu Bakar memiliki pendapat dan tafsir jitu terkait pentingnya pemberangkatan pasukan tersebut.

Dalam kekhawatiran itu, ternyata pasukan ini memetik kemenangan yang sangat gemilang. Kemenangan ini telah membuat banyak orang kokoh berpegang kepada agama Islam.

Baca Juga: Tokoh Penyusun Al-Quran: Zaid bin Tsabit Sukses Tunaikan Amanah Mulia

Abu Bakar juga menumpas orang murtad. Pada saat wafatnya Nabi, Islam belum meresap secara mendalam ke masyarakat Jazirah Arab. Di antara mereka ada yang sudah menyatakan masuk Islam, tetapi belum mempelajari agama Islam, sehingga mereka menyatakan Islam, tanpa iman.

Ada yang masuk Islam agar tidak berperang melawan umat Islam, karena mereka tidak tahu bahwa umat Islam berperang hanya untuk mempertahankan diri dan bukan untuk menyerang. Ada yang masuk Islam karena ingin mendapatkan harta rampasan atau ingin mendapatkan nama dan jabatan.

Pada akhirnya, banyak di antara mereka yang memilih murtad. Pada titik inilah peran Abu Bakar sangat kelihatan. Dia berhasil memerangi orang murtad dan mengajak mereka kembali ke pangkuan Islam.

Baca Juga: Kisah Nabi Syuaib dan Kaum Madyan Diguncang Gempa Hebat Hingga Tak Berbekas

Abu Bakar juga dalam memerangi nabi palsu. Banyak orang yang ingin mengaku sebagai nabi, karena menganggap jabatan kenabian adalah sesuatu yang sangat menguntungkan, menyatakan dirinya sebagai nabi dan mulai menarik hati orang dengan membebaskan prinsip moral dan upacara keagamaan.

Di antaranya menyatakan minum-minuman keras dan judi halal, pelaksanaan shalat mereka dikurangi dari lima kali menjadi tiga kali, puasa Ramadhan dihapuskan sama sekali, larangan dalam pernikahan dihapuskan, dan pembayaran zakat menjadi sukarela.

Nabi-nabi palsu inilah yang ditumpas oleh Abu Bakar demi mengokohkan akidah umat Islam kala itu. Abu Bakar juga menentang orang yang tidak mau membayar zakat. Orang yang tidak mau membayar zakat. Mereka memandang zakat sebagai pajak yang dipaksakan, sehingga tidak mau menaatinya.

Baca Juga: Kisah Kota Thaif Cermin Kelembutan Dakwah Rasulullah

Abu Bakar juga berhasil mengangkat marwah umat Islam melalui Perang Yamamah (11 H/632 M). Pasukan melanjutkan perjalanan ke Bani Hanifah di Yamamah. Di tempat itu ada seorang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang nabi, dia adalah Musailamah al-Kadzdzab.

Terjadi pertempuran sangat sengit yang akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin dan Musailamah terbunuh. Akhirnya, penduduk tempat itu bertobat dan kembali ke dalam pangkuan Islam.

“Pada perang ini sejumlah sahabat menemui mati syahid. Diantaranya adalah para penghafal Al Qur’an. Inilah yang membuat Abu Bakar mengambil inisiatif untuk menghimpun Al Qur’an dalam satu mushaf,”

Baca Juga: Kisah Nabi Musa Terdiam Tujuh Hari saat Diperintah Menghadap Firaun

Umat Islam dibawa kepemipinan Abu Bakar juga banyak menaklukkan berbagai penaklukkan seperti di wilayah Timur ada Persia dan di wilayah barat ada Romawi. Dia juga berhasil memenangkan peperangan seperti Perang Yarmuk (13 H/634 M).

“Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, kita tahu bahwa Abu Bakar itu merupakan pemimpin luar biasa, yang bahkan Umar bilang saat Abu Bakar wafat, ‘Wahai Abu Bakar engkau telah meninggalkan sesuatu beban pada saya’,” kata Edgar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)