LANGIT7.ID, Jakarta - Peristiwa Isra Mi’raj merupakan momen Abu Bakar radiallahu anhu mendapat gelar As-Shiddiq. Sahabat pemilik nama asli Abdullah bin Abu Quhafah itu meyakini Rasulullah mengalami Isra Mi’raj dengan ruh dan jasadnya.
Dilansir Quran Kementerian Agama dalam menafsirkan Surat Al-Isra’ ayat pertama diterangkan bahwa fenomena Isra Mi’raj mengguncang kalangan Quraisy dan keimanan masyarakat muslim. Banyaknya orang muslim yang murtad kembali karena peristiwa Isra' menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah hal yang biasa.
Ummu Hani (Fakhitah binti Abi Thalib) sempat melarang Rasulullah menceritakan kepada siapa pun tentang pengalaman-pengalaman yang dialami ketika Isra'. Ummu Hani tidak tega melihat Rasulullah dicap sebagai pendusta.
Baca Juga: Sekjen MUI: Peringatan Isra Miraj Memperkuat Iman dan TakwaLarangan Ummu Hani itu menjadi dasar pendapat para mufasir bahwa Isra' itu dilakukan Nabi dengan roh dan jasadnya. Peristiwa ini yang menyebabkan Abu Bakar diberi gelar as-shiddiq karena dia membenarkan Nabi, dengan cepat dan tanpa ragu, ber-Isra' dengan ruh dan jasadnya, sedangkan orang-orang lain berat menerimanya.
Firman Allah yang menggunakan bi'abdihi menunjukkan bahwa Nabi Isra' dengan ruh dan jasad karena kata seorang hamba mengacu pada kesatuan jasad dan ruh. Perkataan Ibnu 'Abbas bahwa orang-orang Arab menggunakan kata ru'ya dalam arti penglihatan mata, maka kata ru'ya yang tersebut dalam firman Allah berikut ini mesti dipahami sebagai penglihatan dengan mata.
Baca Juga: Jokowi Ucapkan Selamat Memperingati Isra Miraj 1443 HDan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia. (Al-Isra'/17: 60). Yang diperlihatkan kepada Nabi waktu Isra' dan Mi'raj adalah penglihatan mata yang mungkin terjadi karena kecepatan yang serupa telah dibuktikan oleh manusia dengan teknologi modern.
Beberapa mufassir yang lain berpendapat bahwa Isra' dilakukan Nabi dengan rohnya saja. Mereka ini menguatkan pendapatnya dengan perkataan Mu'awiyah bin Abi Sufyan ketika ditanya tentang Isra' Nabi Muhammad, beliau menjawab: Isra Nabi itu adalah mimpi yang benar yang datangnya dari Allah.
Pendapat yang mengatakan bahwa Isra' hanya dilakukan dengan roh saja lemah, karena sanad hadis yang dijadikan hujjah atau pegangan tidak jelas.
Baca Juga: Kisah Mi’raj Rasulullah, Berjumpa Adam hingga Perintah Shalat(zhd)