Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kisah Miraj Rasulullah, Berjumpa Adam hingga Perintah Shalat

Muhajirin Senin, 28 Februari 2022 - 19:00 WIB
Kisah Miraj Rasulullah, Berjumpa Adam hingga Perintah Shalat
K.H. Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - KH Ahmad Bahauddin alias Gus Baha menceritakan satu kisah satu momen Mi’raj Rasulullah SAW saat bertemu dengan para nabi. Kisah tersebut termaktub dalam Kitab Shahih Muslim.

Dalam hadits tersebut dijelaskan, suatu kali Rasulullah SAW pernah berkata, “Suatu ketika atap tempat tinggalku di Makkah terbuka, lalu turunlah Jibril 'Alaihissalam. Dia membelah dadaku dan mencucinya dengan air zamzam.

Kemudian dia membawa sebuah mangkuk besar dari emas, penuh dengan hikmah dan iman, lalu menumpahkannya ke dalam dadaku. Setelah itu, dia menutupkan kembali.”

Malaikat Jibril lalu membawakan seekor buraq kepada baginda nabi. Buraq lebih besar dari keledai tapi lebih kecil dari bagal (peranakan kuda dengan keledai). Buraq itu melangkahkan kaki sejauh mata memandang.

Rasulullah mengendarai buraq hingga tiba di Baitul Maqdis, Palestina. Ia lalu menambatkan buraq itu di tempat para nabi menambatkan kendaraan mereka. Ia lalu masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa dan shalat dua rakaat. Setelah itu, beliau keluar.

Tiba-tiba Jibril datang membawa semangkuk susu dan semangkuk khamar. Rasulullah memilih susu. Jibril lalu berkata, “Engkau (Muhammad) telah memilih fitrah.”

Baca juga: Profil Gus Baha, Santri Kesayangan KH Maimoen Zubair

Jibril lalu menarik tangan Rasulullah dan membawa naik ke langit dunia. Ketika sampai, Jibril berkata kepada para penjaga, “Bukalah!” Penjaga itu berkata, “Siapa ini?”. “Jibril”.

Penjaga itu bertanya lagi, “Siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muhammad.”

Penjaga itu bertanya lagi, “Apakah dia sudah diutus?” Jibril menjawab, “Iya.”Setelah itu, pintu dibuka. Jibril dan Rasulullah naik ke langit dunia dan di sana telah ada seseorang yang sedang duduk. Di sebelah kanan dan kirinya ada bayangan sosok hitam-hitam.

Jika orang itu menoleh ke kanan, dia tertawa. Tapi bila menengok ke kiri, dia menangis. Lalu orang itu berkata, “Selamat datang nabi yang shalih dan putra yang shalih.”

Baca juga: Dari Apa Hawa Diciptakan? Berikut Ini Penjelasannya

Rasulullah bertanya kepada Jibril, “Siapa dia?” Jibril menjawab, “Dia Adam. Adapun yang di sebelah kanan dan kirinya itu adalah roh anak-anak cucunya. Yang di sebelah kanan adalah ahlul jannah (penduduk surga), sedangkan di sebelah kiri adalah penduduk neraka. Kalau dia melihat ke kanan, dia tertawa dan bila melihat ke kiri, dia menangis.”

Rasulullah lalu naik melewati langit demi langit bertemu dengan sejumlah nabi. Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Yahya, di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima dengan Nabi Harun, dan di langit keenam dengan Nabi Musa AS.

Di langit ketujuh, Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim yang bersandar di Baitul Ma’mur yang setiap harinya dimasuki sekitar 70 ribu malaikat. Bila mereka keluar darinya, maka tidak akan masuk lagi selamanya.Setelah itu, Rasulullah dibawa ke Sidratul Muntaha yang tak satu pun makhluk Allah Ta’ala dapat menerangkan keindahannya.

Sesampainya di Sidratul Muntaha, Allah mewahyukan kepada Rasulullah apa yang Dia kehendaki. Lalu, menetapkan kewajiban shalat 50 kali sehari semalam. Setelah menerima perintah itu, beliau kembali turun. Di langit keenam, beliau bertemu dengan Nabi Musa AS. Nabi Musa bertanya, “Apa yang Allah perintahkan atas umatmu?” Nabi menjawab, “50 kali shalat.”

Nabi Musa menyarankan, “Kembalilah, mintalah keringanan! Karena umatmu tidak akan sanggup. Aku sudah pernah menguji Bani Israil.”

Rasulullah pun kembali menghadap Allah Ta’ala dan meminta keringanan hingga berapa kali. Kemudian, Allah Ta’ala menyatakan, “Wahai Muhammad. Itulah lima shalat fardhu sehari semalam, masing-masing shalat pahalanya sepuluh kali lipat, maka sama dengan lima puluh kali shalat.

Baca juga: Tiga Hikmah Isra Miraj Menurut Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi

Siapa yang berniat mengerjakan kebaikan, namun tidak mengerjakannya, ditulis untuknya satu kebaikan. Bila dia kerjakan, ditulis untuknya sepuluh kebaikan. Sebaliknya, siapa yang berniat mengerjakan kejelekan dan tidak dikerjakannya, maka tidak dicatat. Bila dia kerjakan, maka ditulis satu kejelekan.”

Gus Baha menjelaskan, Allah sangat menyukai hamba-Nya yang suka meminta. “Itu tercermin dalam sikap Musa yang selalu tutur, tapi protes orang shalih itu berkah,” kata Gus Baha dalam kajian spesial Isra' Mi'raj Santri Gayeng, Ahad (27/2/2022).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)