LANGIT7.ID, Jakarta - Pada bulan Rajab terdapat peristiwa agung nan mulia Isra Mi’raj. Sebagian umat Islam ada yang memperingati peristiwa monumental mengenang perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, dai peristiwa itu, setidaknya kaum muslim dapat mengambil tiga pelajaran. Isra Mi’raj mengandung hikmah luar biasa yang relevan bagi kehidupan manusia masa kini.
Buya Mahyeldi, menguraikan, pelajaran pertama adalah kunci ketenangan bagi setiap muslim yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. Isra Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah dari bumi menuju langit dan menerima perintah shalat.
Baca Juga: Gubernur Sumbar Apresiasi Program Sejuta Bibit Buah untuk MasjidSelain itu, Allah memperjalankan Rasulullah pada peristiwa Isra Mi’raj untuk menghibur hatinya yang sedang sedih. Melihat ke peristiwa sebelum Isra Mi’raj, Rasulullah mengalami kerugian yang sangat besar.
Dia kehilangan paman tercintanya, Abu Thalib yang merupakan pelindung utama umat Islam. Selain itu, dia juga kehilangan sang istri, Khadijah di tahun yang sama. Tragedi yang menimpa Rasulullah tak hanya berhenti di sana, Nabi juga dilempari batu di jalanan Thaif.
"Ini hikmah pertama, kunci ketenangan hati atau solusi berbagai persoalan kehidupan adalah kembali ke masjid, sebagaimana Nabi Muhammad diperjalankan dari masjid ke masjid. Artinya kembali kepada ajaran Islam akan memberikan kedamaian," kata Buya Mahyeldi saat memberikan tausiyah dalam Subuh Mubarokah di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai-balai, Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, baru-baru ini.
Hikmah kedua, menurut Buya Mahyeldi, shalat merupakan obat. Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad membawa satu hadiah, yakni perintah shalat.
Baca Juga: Kunjungi Payakumbuh, Dubes Saudi Janjikan Pembangunan Masjid Agung"Shalat itu menguatkan hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta'ala, sang pencipta. Shalat adalah miraj-nya orang-orang beriman Jadi, ketika punya masalah, shalat adalah obat. Tengah malam adalah waktu yang memiliki keberkahan luar biasa," kata Buya Mahyeldi.
Selanjutnya hikmah atau pelajaran ketiga adalah persatuan dan kesatuan. Selama perjalanan, Rasulullah bertemu dengan nabi lain, yaitu Adam, Isa, Yusuf, Musa, dan Ibrahim.
Dengan bertemu mereka, Rasulullah mendapat dukungan dan motivasi. Sebagaimana Nabi dapat bersandar pada mereka yang memiliki misi yang sama untuk mendapatkan dukungan, umat Islam dapat melakukan hal yang sama.
Baca Juga: Sejarah Pembangunan Masjid Pertama di Amerika Serikat“Dikelilingi dengan rekan dan memiliki hubungan sehat dan suportif merupakan hal penting. Bahasa kekiniannya adalah kolaborasi. Ayo perkokoh rasa persatuan dengan sesama,” imbuh Buya Mahyeldi.
Intinya peristiwa Isra Miraj, kata Buya Mahyeldi memberikan kesimpulan, adalah mengajarkan pada umat Islam untuk menguatkan hubungan dengan Allah dan memperkuat ikatan dengan sesama manusia.
Baca Juga: Penyaluran Gaji Lewat Bank Konvensional, Bagaimana Manfaatkan Uangnya?(zhd)