Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 25 Agustus 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Apa Hawa Diciptakan? Berikut Ini Penjelasannya

ahmad zuhdi Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:35 WIB
Dari Apa Hawa Diciptakan? Berikut Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (Foto: Langit7.ID/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - - Bagi sebagian orang mengenai pemahaman dari apa Hawa (istri Nabi Adam alaihis salam) diciptakan, sebagian ada yang menjawab sama terbuat dari tanah ada juga yang mengatakan dari tulang rusuk nabi Adam. Sedangkan yang dimaksud tercipta dari tulang rusuk laki-laki adalah menggambarkan bahwa perempuan itu mempunyai sifat seperti tulang rusuk, bengkok.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat memperhatikan ayat-ayat berikut, di antaranya surat an-Nisa ayat satu, di mana Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Latin: Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā.

Arti: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Baca juga: Santri Asal Kamboja Menghafal Quran dan Belajar Bahasa Arab di Pesantren Dalwa Pasuruan

Imam Fakhrur Raaziy memberi tafsiran bahwa pada ayat di atas ada dua pendapat. Pertama, yang dimaksud dengan “Wa Khalaqa Minha Zawjaha" adalah Hawa diciptakan dari tubuh Adam, saat ia tertidur pulas. Allah menciptakan dari tulang rusuk bagian atas sebelah kirinya. Ketika ia bangun, dilihatnya, kemudian didekati dan mereka berkenalan, karena Hawa merupakan bagian dari dirinya.

Kedua, arti kalimat “Minha” adalah “Min Jinsiha” dari jenis Adam bukan dari tubuhnya. Pendapat ini dipilih oleh Imam Abu Muslim al-Asfahaniy. Menurutnya seperti halnya firman Allah:

Allah telah menjadikan pasangan kalian “Min Anfusikum” (dari jenis kalian). (QS an-Nahl (17):72). Ketika mengutus pada mereka seorang rasul “Min Anfusihim” (dari jenis mereka). (QS Ali Imran (3): 164).

Baca juga: Awalnya Akan Diperingati 1 Muharram, Inilah Pengusul Hari Santri Nasional 22 Oktober

Kata al-Qadli pendapat pertama lebih kuat karena shahihnya firman Allah, “Khalaqakum Min Nafsin Wahidatin" (menciptakan kamu dari satu tubuh). (QS an-Nisa (4): 1), karena jika Hawa diciptakan dari tanah, maka kata yang pantas adalah; "Pastilah manusia diciptakan dari dua jenis (Nafsayni) “bukan “Min Nafsin Wahidati”.

Alasan lain bahwa Allah Ta'ala berkuasa menciptakan Adam dari tanah, pastilah Dia pun berkuasa menciptakan Hawa dari tanah juga. Jika demikian, apa faidahnya kalimat yang menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam yang paling atas.

“(Allah) Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.” (QS as-Sajdah (32): 7-8).

Pada kedua ayat ini, jelas bahwa penciptaan manusia pertama dan selanjutnya berbeda. Manusia pertama adalah Adam alaihis salam diciptakan Allah dari tanah. Kemudian menciptakan manusia kedua, yaitu Hawa dari tubuh Adam as. (Wa Khalaqa Minha Zawjaha - kemudian Allah menciptakan dari tubuh yang satu itu pasangannya).

Baca juga: Berkat Doa Kiai, Santri yang Dahulu Nakal Kini Bisa Jadi Kiai

Pada ayat kedua disebutkan: Tsumma Ja'ala Naslahu kemudian Allah menjadikan keturunannya. Dalam Bahasa Arab yang lain dikenal dengan sebutan “Dzurriyatu Adam” atau Bani Adam-anak cucu Adam.

Di kalangan para mufasir pun ada dua pendapat: pertama, bahwa Hawa diciptakan dari Adam, maksudnya perempuan itu seperti tulang rusuk yang selalu bengkok, sebagaimana dalam hadits berikut:

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, katanya, telah bersabda Rasulullah saw, “Siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir janganlah ia menyakiti tetangganya. Dengarlah wasiatku tentang para isteri agar diperlakukan dengan baik, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas: jika engkau meluruskannya berarti mematahkannya, jika membiarkannya, berarti akan tetap bengkok. Dengarlah wasiatku tentang para isteri agar diperlakukan dengan baik”. (Muttafaq 'alaih).

Baca juga: Urusi Orang Tua di Hari Senja, Jadi Wasilah Anak Masuk Surga

Kedua, bahwa Hawa benar-benar terbuat dari tulang rusuk Adam. Bukan tulangnya yang diambil kemudian dijadikan Hawa, melainkan dari saripati atau air yang mengalir dari tulang rusuk. Malahan “Sulalah” pada surah as-Sajdah ayat tujuh diartikan cairan. Di antara pendapat para mufasir, yaitu sebagai berikut:

Imam Abdurrazzaq, Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Qatadah radiallahu anhu bahwa “Sulalah” itu adalah air yang keluar dari manusia. Selanjutnya, dijelaskan dalam Tafsir ad-Durul Mantsur bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk suaminya dan merupakan keturunannya.

Imam al-Faryabi, Ibnu Abi Syaybah, Ibnu Jarir, dan Ibnu Mundzir meriwayatkan dari Mujahid radiallahu anhu dalam mengartikan “Badaa Khalgq Linsaani Min Thin”, yaitu Adam, “Tsumma Ja'ala Naslahu”, yaitu anaknya, “Min Sulalatin” dari keturunan Adam “Min Maain Mahin” - bahan yang lemah dari cairan laki-laki.

Imam Abdun bin Humaid, Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah Ra tentang “Ja'ala Naslahu”, yaitu keturunannya, “Min Sulalatin”, yaitu cairan (air).

Jika kita tidak setuju bahwa Hawa dikatakan anak Adam tanpa ibu, sebut saja ia keturunannya, sebagaimana dijelaskan pada surah as-Sajdah ayat tujuh. Bagaimana pun, awal mula penciptaan manusia pertama dan kedua, sekalipun tidak dipahami prosesnya, tapi wajib kita imani ayatnya. (Sumber: Buku Istifta; Tanya Jawab Hukum Islam Kontemporer karya Dewan Hisbah Persatuan Islam)

Baca juga: 4 Ayat dalam Al-Quran tentang Birrul Walidain yang Wajib Kita Amalkan

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 25 Agustus 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:17
Maghrib
17:57
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan