LANGIT7.ID - , - Allah mengutus
Nabi Syuaib AS kepada kaum yang berdiam di Madyan, supaya mereka beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dengan ikhlas. Negeri "Madyan" diambil dari nama Madyan atau Midian bin Ibrahim, dari istrinya yang bernama Qanthura, kemudian dijadikan nama kabilah yang terdiri dari keturunan anak cucu Madyan itu.
Nabi Syuaib juga termasuk keturunan Madyan dan berasal dari keluarga terhormat. Nama asli Nabi Syuaib adalah Syuaib bin Mikeil bin Yasyjar.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar II, Bangun Kembali Gereja yang Sempat DirobohkanNabi Syuaib diperintah Allah untuk menyebarkan
dakwah Tauhid. Ajaran untuk kaumnya untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, dan memperbanyak amal untuk perbekalan di kampung akhirat.
Syuaib juga menganjurkan supaya meninggalkan segala perbuatan yang bersifat merusak dan membinasakan. Jangan saling merugikan antara sesama manusia, seperti mengurangi takaran dan timbangan, dan merampok kafilah yang sedang lalu.
Kemudian mereka juga diperintahkan untuk memperbanyak
taubatkepada Tuhan sambil mengembalikan diri kepada-Nya dengan jalan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Allah mengisahkan dalam Surat Hud ayat 91:
قَالُوْا يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ وَاِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا ۗوَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ ۖوَمَآ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ
Terjemah :
Mereka berkata, “Wahai Syuʻaib, Kami tidak banyak mengerti apa yang engkau katakan itu, sedangkan kami sesungguhnya memandang engkau sebagai seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah melemparimu (dengan batu), sedangkan engkau pun bukan seorang yang berpengaruh atas kami.”
Baca juga: Kisah Kota Thaif Cermin Kelembutan Dakwah RasulullahYang paling berbahaya adalah kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun, kaum Madyan justru membalas dakwah Syuaib dengan pendustaan dan kepongahan serta terus-menerus dalam kekufuran dan maksiat. Maka Allah membinasakan mereka dengan gempa.
Berlakulah sunah Allah. Ketika mereka dengan terang-terangan mengingkari Syuaib setelah diberi peringatan berulang-ulang, maka tibalah waktunya Allah mengazab mereka.
Firman Allah dalam Surat Al Ankabut ayat 36-37:
وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًاۙ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ۖ
Terjemah :
Kepada penduduk Madyan (Kami utus) saudara mereka, (yaitu) Syuʻaib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan janganlah berkeliaran di bumi untuk berbuat kerusakan.”
فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ ۙ
Terjemah :
Mereka mendustakannya. Maka, gempa dahsyat menimpa mereka. Lalu, jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggalnya.
Baca juga: Kisah Imam Al Bukhari: Menuntut Ilmu dalam Keadaan ButaDikutip Tafsir Al Munir, Allah membinasakan kaum Madyan dengan gempa yang besar yang merobohkan tiang-tiang rumah mereka. Jeritan keras mengguncangkan jiwa mereka dan hari itu adzab berwujud naungan awan gelap yang menghilangkan nyawa dari tempatnya.
Allah menyelamatkan Nabi Syuaib dan orang-orang yang mengikutinya dari gempa yang dahsyat itu. Adapun orang-orang yang zalim, mereka dibinasakan oleh suara yang menggelegar sehingga mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.
Firman Allah dalam Surat Hud ayat 95:
كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُوْدُ ࣖ
Terjemah :
(Negeri itu tak berbekas) seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di sana. Ingatlah, (penduduk) Madyan binasa sebagaimana juga (kaum) Samud.
Baca juga: Kisah Siti Asiyah, Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga(est)