Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Siti Asiyah, Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga

mahmuda attar hussein Selasa, 24 Januari 2023 - 18:30 WIB
Kisah Siti Asiyah, Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga
Kisah Siti Asiyah, Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah Siti Asiyah sebagai salah satu wanita yang dijamin surga sudah semestinya menjadi contoh bagi muslimah agar menjadi istri salihah dan berbakti ke suami.

Asiyah adalah istri dari Raja Firaun yang dijamin masuk surga oleh Allah. Padahal, suaminya telah melakukan kezaliman kepada dirinya dan Allah SWT.

Lantas bagaimana seorang istri dari orang yang mengaku sebagai Tuhan justru bisa dijamin masuk surga? Muslimah, simak kisahnya berikut ini:

Pendakwah, Ustaz Rifky Ja'far mengisahkan, Asiyah memiliki kelebihan sebagai istri. Pertama, ia sosok yang penuh kasih sayang. Kedua, ia selalu bertutut kata lembut kepada suaminya, Raja Firaun.

Asiah binti Muzahim, istrinya Raja Firaun adalah sosok yang sempurna. Di mana ia selalu bersikap baik kepada suaminya yang menjadi musuh Allah.

Bahkan, dengan kelebihannya itu pula, Firaun justru urung membunuh bayi laki-laki Bani Israil, yang padahal menurut ramalan akan meruntuhkan kekuasaannya.

Bayi itu adalah Nabi Musa AS, yang diselamatkan Allah melalui perantara Asiyah. Berkat tutur kata lembut Asiyah kepada suaminya, membuat Firaun akhirnya mengizinkan Asiyah untuk merawat Nabi Musa.

"Asiyah ini perempuan yang tidak bisa punya anak yang dalam sejarah dikatakan mandul. Lantas diperistri oleh seorang raja yang menjadi musuh Allah," kata dia dikutip dari kanal YouTube SAYAP DAKWAH TV, Selasa (24/1/2023).

Menurut Rifky, kedua hal itu menjadi cobaan bagi Asiyah di dunia. Namun dia dengan kasih sayangnya bisa menjadi istri yang baik dan dijanjikan surga oleh Allah.

Asiyah saat melihat bayi yang dihanyutkan di sungai lantas mengatakan kepada suaminya untuk tidak membunuh bayi tersebut.

"Bayi itu dirawat Asiyah saat Firaun punya keputusan bahwa bayi laki-laki dari Bani Israil harus dibunuh. Kelebihan Asiyah di sini adalah selalu bertutur kata baik dan lembut kepada suaminya," ungkapnya.

Asiyah mampu meluluhkan hati Firaun yang memiliki karakter keras. Hal ini jugalah yang mesti dijadikan contoh kaum muslimah zaman sekarang.

"Maka kalau ngomong sama suami itu katakan dengan baik-baik," ujarnya.

Sebab tak ada suami yang mau mendengar istrinya berkata kasar. Suami selayaknya dihormati dan dilayani dengan khidmat.

"Seperti Asiyah yang dia tahu bahwa tidak layak baginya berkhidmat kepada musuh Allah, tapi dia tahu kewajiban istri adalah berbakti pada suami," jelasnya.

Asiyah Wafat dengan Senyuman

Singkat cerita, diketahui lah bahwa Nabi Musa adalah orang dalam ramalan yang akan meruntuhkan Kerajaan Firaun. Lantas diburulah Musa, termasuk Asiyah yang akhirnya mendapat siksaan.

Asiyah dihukum dengan diikat kedua tangan dan kakinya, lantas diletakkan di atas padang pasir yang panas. Firaun akan mengampuninya ketika dia kembali mengakui bahwa Firaun adalah Tuhan.

"Berbagai siksaan dilakukan kepada Asiyah, sampai akhirnya Firaun mulai mencambuk istrinya. Bukan tangisan, tapi justru senyuman yang dilontarkan Asiyah," ujarnya.

Sampai-sampai, lanjut dia, Firaun menganggap Asiyah adalah wanita gila. Sebab berbagai siksaan yang diberikan kepadanya hanya dibalas dengan senyuman.

Adapun senyuman itu lantaran dalam hatinya Asiyah berdoa memohon kepada Allah untuk dibangunkan rumah di surga bersebelahan dengan-Nya.

Allah berfirman, "Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim: 11).

"Ketika berdoa, dia bertawasul kepada Allah dengan sabar atas siksaan Firaun, maka oleh Allah dibukakan pintu langit dan ditunjukan kepada Asiyah rumah yang dimintanya," kisahnya.

Sehingga tak ada lagi rasa pedih atas siksaan Firaun kepadanya, melainkan keinginannya untuk segera tinggal di surga. Itulah yang membuatnya tersenyum menjelang ajalnya.

"Jadi, kalau mau meluluhkan hati suami seperti Asiyah, jangan pernah menggunakan kata-kata kasar, bukan dengan ancaman, tapi gunakan kalimat yang baik dan kelembutan," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)