LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo menilai transisi dari pandemi Covid-19 menuju endemi harus dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Hal tersebut mengingat kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat Indonesia melakukan mudik lebaran tahun 2022.
“Pertama memang mudik kita perbolehkan karena melihat angka-angka kasus harian sudah sangat rendah dan kasus aktifnya kan sudah di bawah 20 ribu memang rendah. Tetapi, apapun ada masa transisi yang masih kita harus hati-hati,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan persnya dikutip Selasa (26/4/2022).
Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak ingin gegabah dalam melakukan kebijakan melepas masker seperti negara-negara lain, akan tetapi pemerintah akan melihat situasi pada masa transisi selama enam bulan ke depan.
Baca juga: Partai Pelita Dukung Fatwa MUI Terkait Vaksinasi Halal“Saya tidak ingin kayak negara-negara lain langsung buka masker, ndak. Ini masih masa transisi, kira-kira enam bulan kita lihat seperti apa, baru nanti silakan kalau di luar ruangan buka masker, kalau di dalam ruangan masih pakai masker,” katanya.
Jokowi menyampaikan bahwa terdapat sejumlah tahapan yang harus dilewati dan pemerintah tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kebijakan. Kemudian, pemerintah juga memiliki sejumlah pengalaman saat menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta maupun Omicron.
“Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa. Apapun, kita punya pengalaman saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan itu tetap harus,” ujarnya.
Baca juga: Kemenkes Siagakan 13.968 Pos Kesehatan di Jalur Mudik Seluruh Indonesia(sof)